Hasil Rapat Musyawarah

RW di Panam "Diancam" Blacklist jika Tolak Bansos Pemko, Ini kata Lurah..

RW di Panam "Diancam" Blacklist jika Tolak Bansos Pemko, Ini kata Lurah..

RAPAT - Forum Komunikasi RT/RW belum lama ini melakukan rapat membahas paket sembako Pemko Pekanbaru yang ada di Kantor Lurah Bina Widya, Tampan | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Sebuah pesan singkat berisi dugaan intervensi ancaman RW yang akan di blacklist jika menolak bantuan sembako Pemko Pekanbaru, beredar di jejaring media sosial WhatsApp.

Dari isi broadcast yang diterima beritariau.com, Selasa (28/04/2020) siang tersebut, diduga merupakan hasil rapat musyawarah Rukun Warga (RW) Kelurahan Binawidya, yang diadakan di Kantor Lurah Binawidya, Tampan, Senin (27/04/2020) siang kemarin.

Rapat dipimpin oleh Lurah Binawidya dihadiri oleh 6 RW se Kelurahan Binawidya. Turut hadir Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, Ketua FK RT/RW Binawidya, pendamping PMB-RW.

Hasil rapat itu isinya pertama, tetap menerima bantuan covid 19 dari pemko pekanbaru dengan pertimbangan bahwa jika ditolak Kelurahan Binawidya akan di blacklist (daftar hitam) oleh pemko pekanbaru dan apapun bentuk bantuan tidak akan diberikan, baik yang namanya masuk dalam DTKS ataupun non DTKS.

Kedua, yang mendapat bantuan covid-19 di Kelurahan Binawidya sebanyak 261 KK dari 1478 KK yang diajukan meski nama-nama KK penerima bantuan sampai sekarang belum diketahui namanya.

Ketiga, teknik pembagian bantuan akan diantar langsung oleh Tim Tagana ke rumah-rumah penerima bantuan yg akan didampingi oleh RT/RW dan Bhabinsa, Bhabinkamtibmas jika diperlukan.

Terkait beredarnya pesan tersebut, Ketua Forum Komunikasi (FK) RT/RW Binawidya, Aziz, membenarkan tentang rapat 6 RW dari 11 RW yang hadir di kantor kelurahan tersebut. Termasuk membenarkan isi rapat yang salah satunya diduga berisi ancaman dan intervensi dari lurah.

"Sebenarnya mau menolak. Takutnya kalau ditolak Kelurahan Bina Widya di Blacklist, apapun bantuan takutnya nanti tidak dikasih," Kata Aziz, kepada beritariau.com, saat dikonfirmasi.

Jika boleh jujur sebutnya, bantuan yang diterima tidak sesuai dengan keinginan dan fakta yang terjadi di lapangan. Sebab, dari 1478 KK yang diajukan dan melalui tahap verifikasi yang ada di Kelurahan Binawidya, Tampan, bansos pemko yang keluar sangat jauh dari harapan.

"Dapat kabar yang terima 261 KK itupun belum pasti karena sampai sekarang di Kelurahan Binawidya belum ada dapat sampai sekarang," jelasnya.

Lurah Binawidya, Azhar, membantah tudingan ancaman ataupun intervensi yang dialamatkan pada dirinya kepada FK RT/RW membahas penerima paket bansos Pemko Pekanbaru itu.

"Salah pengertian itu. Hasil rapat itu, kalau umpamanya kita tidak menerima, nanti kedepannya kita payah berurusan lagi karena sudah dikasih tapi tidak diterima. Jadi bukan di blacklist," ucap Azhar.

Sebagai perangkat di tingkat kelurahan, Azhar beralasan hanya ingin memberikan pemahaman dan edukasi kepada warga mengenai bansos paket sembako dari Pemko Pekanbaru saat ini.

"Jadi saya sebagai lurah memberi pengertian itu ke forum RT/RW semua yang saya undang. Masyarakat kita daripada tidak dapat, bagus dapat lagi pak, kasihan kita," bebernya. [Bam]