Proyek Dialihkan ke Jalan Mesjid

Pengurus Kelurahan Rintis Dukung Pak RW yang Nyolong Bahan Proyek

Pengurus Kelurahan Rintis Dukung Pak RW yang Nyolong Bahan Proyek

Nursal (Berkaos Partai) Ketua RW 01 Kelurahan Rintis Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru Menggondol Material Bangunan | Istimewa | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Proyek Semenisasi yang dikeluhkan warga yang berada di Jalan Hassanudin Gang Hassanudin 1 Kelurahan Rintis, Kecamatan Lima Puluh, dimana materialnya diduga dicolong oleh oknum RW, akhirnya ditanggapi oleh beberapa perangkat Kelurahan Rintis. [Ups ! Pak RW Kel. Rintis Pekanbaru, Difoto Warga lagi Nyolong Material Proyek Jalan]

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh RW 01, RT05, RT06 dan perwakilan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kelurahan Rintis di kantor Kelurahan, Rabu (05/11/14) itu, diwarnai insiden.

RW yang diberitakan itu, memaki-maki salah seorang wartawan koran harian yang menulis berita itu.

Setelah dilerai, beberapa perangkat kelurahan lainnya, akhirnya buka suara. Mereka menjelaskan soal tanggapan semenisasi tipis yang berada di Jalan Hassanudin Gang Hassanudin 1 tersebut.

Menurut Ketua RT06 Rintis, Irwan Anwar, proyek semensiasi adalah milik dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru dibawah koordinasi Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM).

Dikarenakan jalan yang berada di Gang Hasanuddin 1 sudah memiliki struktur jalan yang kuat, maka Irwan sebut semenisasi yang ada di Gang Hassanudin tersebut adalah proyek pengerjaan perbaikan saja.

"Memang tebal semenisasi di gang Hassanudin itu 4-5 cm, bagi saya itu tidak ada masalah," ucapnya.

Irwan beralasan, saat ini di RT 06 ada sebuah gang yang masuk ke dalam Mesjid sedang mengalami rusak parah, untuk itu dirinya memerintahkan LKM agar proyek semenisasi yang harusnya berada di Gang Hassanudin dibagi dua dengan jalan yang ada di depan mesjid.

"Dasar jalan yang ada di gang hassanudin sudah cukup kuat, saya yang perintahkan proyek itu dikerjakan. Memang warga tidak tahu, padahal itu intruksi saya," paparnya mengakui.

Meski proyek semenisasi sepanjang 120 meter dan tebal 3-4 cm sudah tidak sesuai dengan pengerjaan yang ditunjuk, Irwan mengakui bahwa pengerjaan tersebut sudah dikonfirmasi dengan Dinas Pekerjaan Umum.

"Saya sudah suruh pekerja untuk memerintahkan dan dibantu jalan yang masuk di depan mesjid agar bagus. Maka, dibawalah sebagian material dan difokuskan di dekat mesjid. Ketebalannya lebih dari 15cm dan sebagian dikerjakan di gang Hassanudin," terangnya.

Terhadap tudingan warga karena sebagian material pasir dan kerikil yang diamankan oleh salah seorang perangkat kelurahan, Ketua RW 01 Rintis Nursal didampingi Koordinator LKM, Abdul Malik beralasan bahwa pasir dan kerikil saat pengerjaan itu, dibersihkan agar jalan tidak terganggu.

"Pasir sama kerikil itu sisa dari pengerjaan jembatan, kalau tidak dibersihkan nanti orang komplain jalan sempit karena tumpukan kerikil dan pasir membuat jalan menjadi terhalang. Disinilah orang yang tidak tahu," elaknya.

Ditanya sisa pasir dan kerikil dari hasil pengerjaan yang dibawa masuk ke rumah RW 01 digunakan untuk apa, Abdul yang mengaku dari PNPM beralasan sebagian material anggaran APBD itu untuk proyek pengerjaan semenisasi berikutnya.

"Pasir dan kerikil itu punya kami. Sisa dari semenisasi yang ada di nurul amal dan gang amaliyah. Rencananya sisanya itu dialihkan kalau ada semenisasi proyek baru dari PNPM. Jarang-jarang ada sisa. Ini baru pertama kalinya berlebih,” tuturnya. [red]