Dewan Sindir Pembangunan Polsek Payung Sekaki, Kapolres Pasrah

Dewan Sindir Pembangunan Polsek Payung Sekaki, Kapolres Pasrah

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Terkait kunjungan silaturahmi anggota DPRD Kota Pekanbaru ke Polresta Pekanbaru beberapa waktu yang lalu, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputa, mencium adanya permintaan Polresta untuk menganggarkan kembali pembangunan Kantor Polsek Sail dan Polsek Payung Sekaki.

Politisi dari Partai Golkar yang kabarnya mantan anggota polisi ini mengatakan bahwa, untuk pembangunan kantor Polsek Payung Sekaki, sudah dianggarkan sebelumnya pada tahun 2008 silam.

Menurutnya, hal itu sudah ada dalam Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) tahun 2008 sebesar Rp800 juta. Yose pun mempertanyakan pembangunan Polsek yang hingga kini masih menyewa di sebua ruko itu.

"Anggaran polsek itu yang bikin janggal, bukan dari anggaran Pemko, tetapi anggaran dari Polsek Payung Sekaki. Lalu anggaran yang dikucurkan tahun lalu kemana larinya," ucap Yose, saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (5/11/14).

Yose pun meminta agar Kapolresta dan unsur pimpinan DPRD Kota Pekanbaru menyikapi soal pembangunan yang telah dicairkan tempo dulu itu. Kata Yose, agar mendukung pembangunan polsek lainnya supaya bisa terealisasi.

"Kita dukung pembangunan polsek untuk kambibmas. Cuma anggaran polsek payung sekaki itu harus dipublikasikan. Kemana anggaran itu. Dari catatan kita anggaran itu sudah ada," terangnya.

Ia menghimbau agar Kapolresta Pekanbaru berkoordinasi dengan Kapolda Riau tentang pembangunan Polsek Payung Sekaki tahun 2008 senilai Rp800 juta itu.

"Kita ingin transparan. Maka, kita minta agar hal ini menjadi perhatian dan catatan serius bagi Kapolresta Pekanbaru. Kalau tak ada keterbukaan dengan hal ini, maka saya orang pertama yang akan menentang pembangunan Polsek Sail dan Polsek Marpoyan Damai sebagaimana yang diminta oleh Polresta," tegasnya.

Untuk Polsek Payung Sekaki, lanjutnya, dahulunya telah dibeli Pemko disamping kantor Camat Payung Sekaki. Anehnya, realisasi itu hingga tahun ini tak ada, malah hanya menyewa Ruko.

"Jika memang untuk kepentingan rakyat, anggaran sudah kita siapkan. Tapi alasan yang saya sebutkan tadi tolong di publikasikan sehingga ketika alat kelengkapan Dewan sudah dibentuk, Program Pemko yang aman, tertib, berbudaya serta berlandaskan Islam bisa terwujud," pungkasnya.

Terkait hal ini, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Haryanto Watratan mengapresiasi kepedulian DPRD terkait kendala di jajarannya. Namun, soal anggaran sebelumnya, Robert belum mengetahui soal itu.

"Manalah saya tahu soal tahun 2008. Saya disini saja tahun lalu. Jadi begini, coba kita lihat Polsek Payung Sekaki itu kondisinya seperti apa. Makanya, kita sampaikan itu ke Pemko," kata Robert kepada Beritariau.com.

Dikatakannya, ekspektasi atau harapan masyarakat Pekanbaru agar pihaknya meningkatkan kinerja juga tak lepas dari sarana dan prasarana. Oleh karena itu, lanjutnya, Ia menyusun beberapa solusi. Dimana diantaranya, adalah peningkatan infrastruktur dan penambahan personil dibeberapa kecamatan yang jadi wilayah hukum Polresta Pekanbaru.

"Memang, susunan organisasi Polri termasuk di Pekanbaru sedang dibahas. Nah, bagaimana kita mau mengajukan penambahan Polsek Sail dan Marpoyan yang jadi salah satu titik rawan kriminalitas, jika infrastukturnya tak memadai. Jika fasilitas itu mumpuni, tentu penambahan personil juga bisa dilakukan," terang Robert.

Robert pun menegaskan, soal pembangunan itu, pihaknya hanya sebatas mengusulkan. "Dibantu atau tidak, itu urusan Pemerintah. Jika tidak dibantu tak masalah, jika dibantu kita bersyukur," tambahnya. [red/roy]

Tags :# hukum