Sembilan Tahanan Polsek Kerinci Kabur

Sempat Bungkam, Polda Riau Akhirnya Buka Suara Terkait Tahanan Kabur

Penulis : user | Rabu, 04 Desember 2019 - 17:31 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi akhirnya buka suara terkait kaburnya sembilan tahanan Mapolsek Kerinci. Dia  mengklaim telah berhasil menangkap delapan dari sembilan tahanan Polsek Pangkalan Kerinci, Pelalawan yang kabur akhir pekan lalu. 

"Tinggal satu lagi. Kita akan segera tangkap," katanya singkat kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu. 

Dia mengatakan Polisi masih terus memburu tahanan berbagai kasus kejahatan yang melarikan diri dengan cara menjebol sel dan tembok tahanan tersebut. 

Usai kejadian, dia pun mengaku akan segera melaksanakan evaluasi kepada jajaran agar kejadian yang sama tak terulang kembali.

"Itu perlu kita lihat kembali, Polsek itu seperti apa kondisinya. Kita tahu bahwa mereka (tahanan) mengelabui sistem pengamanan di tahanan. Tentu kita akan lebih tingkatkan pengamanan diwaktu yang akan datang," jelasnya lagi.

Polda Riau sebelumnya sempat membisu terkait kaburnya sembilan tahanan Mapolsek Pangkalan Kerinci yang terjadi pada Jumat (29/11) dinihari, atau pukul 03.05 WIB lalu. 

Meski menyatakan telah berhasil menangkap delapan tahanan yang kabur, Polisi juga hingga kini belum mengungkap identitas mereka. 

Sebelumnya diberitakan sembilan tahanan Polsek Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, kabur dari ruang tahanan Polsek pada Jumat dini hari atau sekitar pukul 03.05 WIB.

Kaburnya tahanan itu diketahui oleh seorang pedagang yang berada di samping Mapolsek Pangkalan Kerinci dan kemudian melaporkannya kepada polisi.

Saat itu saksi mengaku melihat ada sembilan orang yang diduga tahanan berada di lorong di samping Markas Polsek Pangkalan Kerinci.

Kemudian, Kepala SPK Polsek Pangkalan Kerinci Aipda Dwi Purwanto setelah mendapat informasi itu segera mengecek ruang tahanan dan mendapati tembok tahanan telah dijebol para tahanan. Di dalam ruang tahanan hanya menyisakan satu orang. Sebelumnya di dalam ruangan itu terdapat sepuluh tahanan.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :