Keluar Kota Saat Orientasi

Pimpinan DPRD Pekanbaru Desak ASN Di Sekretariat DPRD Diganti Seluruhnya

Penulis : admin | Jumat, 11 Oktober 2019 - 23:47 WIB

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri

Beritariau.com Pekanbaru - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Demokrat, Tengku Azwendi Fajri SE, meradang dan meminta seluruh pejabat eselon di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru diganti.

Ungkapan yang disebutkan oleh Politisi dari Partai Demokrat ini menyusul kinerja para pejabat yang ada di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, tidak berada ditempat saat 45 Anggota DPRD Kota Pekanbaru, melakukan kegiatan orientasi di salah satu hotel di Pekanbaru.

Diantaranya yang menjadi perhatian Azwendi yakni, Kabag Umum, Dedi Damhudi yang baru terlihat di hari terakhir acara orientasi bersamaan adanya Sekko yang menutup acara.

"Itu Kabag Umum (Dedi Damhudi,red) kok baru datang, dari kemarin ke mana aja dia pak Sekko," ujar Azwendi sambil keluar dari ruangan dan diikuti oleh beberapa anggota DPRD lainnya, Jumat (11/10/19) petang di Grand Elite Hotel Pekanbaru.

Berdasarkan informasi, Selain Dedi, Pelaksana tugas (Plt) Sekwan, Zulfahmi Adrian juga melakukan perjalanan dinas keluar Kota. Selain itu, Kabag Risalah dan Persidangan, Rizal Karim dan Kabag Protokol, Yunan melakukan dinas ke Jakarta sejak Rabu (09/10/19). Sedangkan Kabag Keuangan Sunarto dinas ke Batam, Kepri. Ketiganya dinas keluar kota hingga Sabtu (12/10/19).

Selain Azwendi, beberapa anggota DPRD lainnya memilih keluar saat acara penutupan Orientasi Anggota DPRD Pekanbaru Jumat (11/10/19) petang, yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, HM Noer.

Pilihan keluar dari ruangan saat penutupan saat orientasi menurut Azwendi supaya Sekda Kota Pekanbaru selaku pimpinan tertinggi di ASN Pemko tahu apa kerja anggotanya di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru ini. 

"Urusannya apa mereka ke sana (keluar kota,red). Harusnya seorang Kabag itu mendampingi anggota dewan yang sedang berkegiatan. Karena kalau dibiarkan berlama-lama, kita khawatir nantinya sinergitas antara DPRD dan Pemko akan rusak," tegas Azwendi.

Kegiatan orientasi Anggota DPRD Pekanbaru ini hanya diurusi oleh PPTK Kegiatan, Harry Pratama dibantu beberapa ASN dan THL. Padahal, anggota DPRD perlu koordinasi dengan para Kabag agar orientasi berjalan on the track.

"Jadi pejabat di DPRD-nya mana. Tidak nampak batang hidungnya. Sangat memalukan," cetus Azwendi.

"Yang paling saya kesalkan, Kabag Umum, sudah tiga hari saya di sini dia tidak pernah hadir. Tapi saat penutupan karena dihadiri Sekko, dia muncul seperti pahlawan. Apa namanya ini, saya minta kepada Sekko untuk menggantinya. Orang seperti ini tak layak menjabat. Bisa rusak," katanya tegas.

Azwendi berharap agar Sekda Kota Pekanbaru, HM Noer benar-benar melakukan evaluasi kepada seluruh pejabat eselon yang ada di DPRD Pekanbaru. 

"Dari masalah dan track record yang ada, lebih baik mereka ditarik dari DPRD. Sebab, 5 tahun kedepan para Anggota DPRD butuh pejabat yang bisa bekerjasama dan profesional," tegasnya.

Menanggapi ini, Sekda Kota Pekanbaru HM Noer, mengaku terkejut. Dia berjanji akan meminta penjelasan kepada Plt Sekwan Zulfahmi Adrian. Jika memang benar adanya, maka wajib menegur pejabat tersebut.

"Memang betul, harusnya Kabag ini keluar kota mendampingi anggota DPRD. Sekarang seluruh anggota DPRD berada di Pekanbaru, terus apa yang dilakukan para Kabag keluar kota. Pasti masalah ini kita tanyakan kepada Sekwan," janji Sekko.

Untuk Sekwan Zulfahmi Adrian, kata M Noer, sudah memiliki izin resmi dari Pemko untuk keluar kota. 

"Pak Sekwan memang sudah memiliki izin resmi keluar kota, dan saya tahu itu. Tidak masalah untuk Pak Sekwan," terang M Noer. [red]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :