Niat ke Malaysia Secara Ilegal, 20 Warga Bangladesh Diamankan di Dumai

Penulis : user | Rabu, 29 Mei 2019 - 19:53 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Sebanyak 20 warga Bangladesh terpaksa harus mengurungkan niat bekerja di Malaysia. Mereka semua tertangkap oleh Polres Dumai pada 19 Mei 2019 lalu. Saat ini mereka telah diserahkan ke Rumah Detensi Pekanbaru. 

Untuk selanjutnya mereka semua akan segera dideportasi atau dikembalikan ke negara asal. Deportasi diprediksi memakan waktu lama karena selama ini Pemerintah Bangladesh sulit untuk diajak bekerjasama. Mereka juga dikenal "pelit" mengeluarkan biaya untuk warga negaranya yang jadi imigran. Sementara pemberitahuan yang dikirim Rudenim jarang ditanggapi.

Kepala Rudenim Pekanbaru Junior Sigalingging mengatakan akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Keimigrasian supaya Kedutaan Bangladesh memberi jawaban. 

Biaya deportasi sendiri diperkirakan bisa menelan biaya Rp10 juta per orang. Sementata pemerintah Indonesia tak mungkin selalu menanggung biaya karena bisa membuat warga Bangladesh lainnya datang ke Nusantara.

Junior mengatakan kedatangan para imigran gelap ke Indonesia itu untuk mengakali biaya visa ke negara tujuan, Malaysia. 

"Indonesia termasuk negara bebas visa untuk Bangladesh. Sementara Malaysia tujuan mereka dikenakan visa, makanya ke Indonesia dulu," katanya. 

Sebagai upaya lainnya mengembalikan mereka ke negara asal, dia mengatakan Rudenim Pekanbaru akan mengontak keluarga imigran ini di negara asalnya. Keluarga bakal menjadi sponsor untuk pemulangan puluhan imigran ini.

Menjelang ada tanggapan dari Kedutaan Bangladesh dan keluarga, para imigran yang sebagian besarnya masih remaja ini bakal ditahan dulu di Rudenim. Biaya hidup mereka selama di Rudenim bakal ditanggung.

"Ketika ditangkap Polres dan diserahkan ke sini, tak ada uang, hanya pasport saja," sebut Junior.

Para imigran ini merantau dari negeri asalnya berharap mendapat kehidupan lebih baik. Tujuan utama adalah Malaysia tapi harus ke Indonesia dulu karena tidak perlu pakai visa kunjungan selama 30 hari.

Mereka berangkat dari Bangladesh ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Setibanya di Bali, ada warga Indonesia yang berjanji bisa mengantarkan mereka ke Malaysia menggunakan kapal.

"Orang Indonesia ini masih dicari pihak kepolisian, kalau Rudenim sebatas menampung saja," terang Junior.

Satu persatu imigran ini dimasukkan ke mobil oleh warga Indonesia tadi. Mereka menempuh perjalanan dari selama beberapa hari dari Bali melintasi Pulau Jawa, lalu ke Sumatra.

Tiba di Riau pada 19 Mei 2019, mereka rencananya akan dibawa ke Malaysia melalui jalur laut di Pakning Bengkalis. Sebelum sampai di sana, mereka ditangkap personel Polres Dumai.

"Rencananya akan dibawa pakai kapal yang tidak terdaftar ke Malaysia. Di sana mereka mencari pekerjaan, tentu saja bukan pekerjaan bersifat keahlian," kata Junior.

Berapa mereka mengeluarkan biaya dari Bali hingga sampai ke Riau, para imigran ini tidak mau buka mulut. Petugas akhirnya tak bisa berbuat banyak selain memproses deportasi dengan menyurati Kedutaan Bangladesh.

"Diduga ada sindikat atau kelompok yang mengatur ataupun mencari pekerja dari Bangladesh tujuan Malaysia. Jalan masuknya Indonesia, itu biar polisi yang mengusut," kata Junior. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :