Temukan Rp506 juta

Oknum Caleg Gerindra Diduga Terlibat Politik Uang

Penulis : user | Selasa, 16 April 2019 - 19:50 WIB

Kapolresta Pekanbaru dan Ketua Bawaslu Pekanbaru saat akan memberikan keterangan pers

Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Gerindra untuk Dapil Riau II berinisial DAN, diamankan oleh tim Gakkumdu dan Bawaslu Pekanbaru, di salah satu hotel di Pekanbaru, Selasa (16/4). 

Dia diamankan berikut tiga orang lainnya atas dugaan melakukan praktik politik uang atau money politik.

Ketua Bawaslu Pekanbaru Indra Khalid Nasution mengatakan, tiga orang lainnya berinisial FEI, SA dan FA. 

"Tiga orang lainnya berperan sebagai penerima atau penyalur. Tapi masih dalam pengembangan," kata Indra.

Keempat orang tersebut, diamankan bersama dengan barang bukti berupa uang tunai Rp506.400.000. "Mereka saat itu sedang di lobby hotel. Uang terbagi di dalam tas ransel Rp380.800.000, uang tunai Rp115.100.000 dalam 12 amplop dan Rp10.500.000," sebutnya.

Lebih jauh dijelaskan Indra, uang dengan jumlah yang cukup besar itu diduga akan dibagi-bagikan ke 12 kabupaten/kota. "Dalam amplop tertulis seluruh nama-nama kabupaten/kota. Untuk Pekanbaru, Kampar, dan lainnya. Tapi uangnya belum dibagikan lagi," ujarnya.

Uang yang ada di dalam amplop tersebut, kemungkinan besar akan dibagikan oleh 3 orang lainnya sebelum hari pencoblosan, yaitu 17 April besok. Isinya bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta.

Untuk saat ini, keempat orang pelaku dan barang bukti hasil operasi tangkap tangan (OTT) tersebut ditahan di Bawaslu Pekanbaru terlebih dahulu. "Ditahan disini dulu untuk pemeriksaan," kata dia.

Selanjutnya, perkara ini akan dijadikan temuan dan dibahas bersama dengan tim Gakkumdu. Tim gabungan yang terdiri dari Bawaslu Pekanbaru, Polresta Pekanbaru dan Kejaksaan hanya memiliki 14 hari kerja dalam penyidikan perkaranya. "Nanti ditentukan untuk statusnya," pungkasnya.

Bantah Lakukan Politik Uang

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Riau, Nurzahedy kepada wartawan mengaku menyerahkan sepenuhnya proses kepada Gakkumdu. Namun, dia meragukan jika caleg wanita muda itu terlibat politik uang. 

"Kayaknya memang memegang uang, tapi itu uang untuk saksi, bukan uang money politics," ujar Edy. 

Selain itu, dia juga menjelaskan jika DAN hanya caleg pendamping dalam komposisi caleg Gerindra Dapil II. Dia juga menyebut yang bersangkutan tidak mungkin memiliki uang sebesar itu untuk melakukan transaksi politik uang .

"Kemana-mana dia jalan kaki, naik motor saja udah hebat dia tu, masa dia mau bagi-bagi uang. Itu saya kira, ada kekeliruan kepolisian, tidak ada uang money politics," katanya dilansir Kumparan.

Lebih jauh, Eddy berharap agar aparat bisa memahami bahwa uang tersebut bukanlah money politics namun hanya uang saksi yang kebetulan sedang dipegang oleh caleg Gerindra dan rekannya yang lain.

"Mereka ini anak baik-baik, itu dana untuk saksi, dana saksi kan boleh, kepolisian saya harap bisa profesional," tutupnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :