Jokowi: Saya Bukan Orang Luar di Kota Ini

Jokowi: Terima kasih warga Riau, Terima kasih LAM Riau..

Penulis : admin | Selasa, 26 Maret 2019 - 20:15 WIB

JOKO WIDODO - Calon Presiden RI Pertahana H Ir Joko Widodo Saat Berorasi Dalam Kampanye Akbar di Kota Dumai Provinsi Riau, Selasa 26 Maret 2019 | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎Calon Presiden Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada warga Riau khususnya kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau yang telah memberinya Gelar Kehormatan Adat yaitu Datuk Seri Setia Amanah Negara.

Pemberian Gelar Adat tersebut ternyata membekas bagi mantan Walikota Solo itu. Menurutnya, selain sebagai kehormatan, Gelar itu juga sebagai amanah kepada dirinya agar tetap melakukan hal baik bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikannya dalam orasi kampanye di Lapapangan Gelanggang Kota Dumai Riau, Selasa (26/03/19). Ditemani sang istri, Iriana, Jokowi datang dengan kemeja putih.

"Saya bukan orang luar di kota ini. Sekali lagi saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Riau, Lembaga Adat Masyarakat Riau, yang telah memberikan gelar kepada saya, Datuk Seri Setia Amanah. Apa maknanya? Sebuah kehormatan, juga amanah untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Dumai, rakyat Riau, juga kepentingan nasional, bangsa dan negara," ungkapnya.

Ia memaparkan kepeduliannya, satu diantaranya adalah soal Blok Rokan.

"Blok kaya minyak dan gas, Blok Rokan yang ada di Riau yang lama dikelola pihak asing, telah kita kembalikan kepada Pertamina dan hasilnya sebesar-sebesarnya untuk kemakmuran bangsa, khususnya masyarakat Riau," sambungnya.

Selain menyampaikan program kerja, Ia juga mengajak masyarakat agar meluruskan segala firnah dan tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya selama 4 tahun lebih.

"Empat setengah tahun saya difitnah, dihujat, direndahkan, dijelek-jelekkan, saya diam. Sabar ya Allah sabar ya Allah," kata Jokowi.

Warga yang mendengar keluhan Jokowi tiba-tiba langsung diam dari sorak sorai.

‎"Masyarakat jangan sampai termakan isu hoax. Hari ini, saya minta bapak, ibu-ibu meluruskan fitnah itu, setuju," kata Jokowi disambut kata setuju secara serentak oleh massa.

Jokowi mencontohkan dirinya difitnah sebagai bagian dari kompolotan PKI. Padahal, Jokowi menjelaskan PKI dibubarkan saat dirinya masih berusia di bawah lima tahun.

"Saya berikan contoh, ada yang menuduh Jokowi PKI, saya diam. Supaya bapak ibu tahu, saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan 65, umur saya baru 4 tahun. Apa ada PKI balita. Yang benar saja," katanya.

Dia menceritakan ada sekelompok orang yang menyampaikan fitnah terhadap Jokowi kepada masyarakat dari rumah ke rumah.‎ Fitnah itu sengaja dilakukan menjelang pemilihan presiden 2019 ini.

"Dalam 3 atau 4 minggu lalu, mulai bertebaran di medsos, banyak yang masuk ke rumah warga. Nanti kalau Jokowi menang, pendidikan agama dihapus, itu bohong, fitnah, hoax. Tidak akan ada begitu. Ada juga isu, Jokowi menang, zina akan dilegalkan, hati-hati ini kabar fitnah," tegasnya.

Bahkan, Jokowi juga mengaku difitnah adanya isu melegalkan pernikahan sejenis, hingga pelarangan azan. Jokowi menekankan isu itu merupakan kabar hoax yang sengaja dilakukan untuk menyerang dirinya agar suaranya anjlok saat Pilpres.

"Jangan sampai masyarakat termakan isu begitu. Harus ada rakyat melawan, jangan diam saja dengan isu itu. Ada isu azan akan dilarang, hati-hati, wong cawapres aja kiai (Ma'aruf Amin), ketua MUI. Bener gak? Logikanya ini loh. Mikir..... mikirrr... iya gak?," katanya dengan nada keras.

"Saya yakin warga sini tidak termakan isu begitu," terang Jokowi.‎ "Tolong diluruskan agar itu tidak berkembang kemana-mana," tambahnya.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah program dan proyek nasional di Riau yang sebentar lagi akan selesai, serta sejumlah program yang sedang dijalankan di zamannya.

"Saya dapat tulisan, kapal Feri Roro katanya maju mundur. Itu saya setujui, saya Acc sekarang ini. Kedua (program) kereta api, dari Labuhan Batu ke Dumai gimana pak. Saya sampaikan segera dan dilanjutkan," ucapnya.

Jokowi juga menyinggung soal urusan kelapa sawit di Riau. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, pemerintah pusat telah mengadakan kerja sama dengan Pertamina soal hal itu.

"Kita sekarang sudah B50, sudah ada MoU dengan PTPN serta Perrtamina. Ini akan memperluas pekerjaan (untuk rakyat) yang ada kelapa sawitnya," kata Jokowi.

Dia juga mengklaim keberhasilannya merebut blok Rokan dari tangan asing dan dipegang perusahaan negara. "Blok Rokan sudah kita rebut, kita yang jalankan sekarang," imbuhnya. (dw)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :