Soal Kisah Mesum Guru SD dan Istri PNS, Pemda Kuansing Belum Bertindak

Soal Kisah Mesum Guru SD dan Istri PNS, Pemda Kuansing Belum Bertindak

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Kuansing - Pemda Kuansing tak bisa berbuat apa-apa terkait digerebeknya seorang oknum Guru SD yang berbuat mesum dengan istri seorang anggota Satpol PP di Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah, Sabtu (25/10/2014) malam. [Baca : Suami Lagi Razia Penyakit Masyarakat, Eh Sang Istri ML dengan Guru SD di Rumah]

"Mau kita apakan mereka? Saya hanya dapat laporan dari telepon. Belum ada satu pun laporan resmi yang kami terima," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, H Muharman M.Pd saat dihubungi Beritariau.com, Selasa (28/10/14).

Pasalnya, kata Muharman, baik laporan dari warga maupun dari korban, belum ada diterima oleh pihak pemda.

"Kalau laporannya sudah masuk. Tentu sudah kita beri sanksi," ungkapnya.

Namun, Muharman mengakui bahwa peristiwa itu telah mencoreng nama baik Kabupaten Kuansing.

Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang dulunya terkenal sebagai Kota Pendidikan akhirnya tercoreng akibat ulah salah seorang oknum PNS berinisial Jmn (50.

Ia kepergok warga sedang berpacu dalam birahi bersama Yrn (32), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang merupakan istri serang anggota Satpol PP di Kuansing.

Jmn yang sehari-hari sebagai Guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah itu, digerebek saat berada di dalam kamar rumah Yrn di Dusun Poriang, Desa Pulau Aro, Sabtu (25/10/2014) malam kemaren. Saat itu, D, suami Yrn, sedang melaksanakan tugas dinas malam hari.

Dari penuturan sejumlah warga, kabar hubungan terlarang antara kedua pasangan mesum itu sudah lama tercium.

"Keduanya sama-sama warga Pulau Aro, yang laki-laki guru SD dan sudah bekeluarga, sedangkan yang perempuan merupakan ibu rumah tangga, suaminya Satpol PP di Pemkab Kuansing dan sudah memiliki 2 orang anak. Rumah mereka tidak begitu berjauhan," cerita salah seorang warga desa Pulau Aro yang malam itu turut menyaksikan kejadian tersebut yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/10/2014) pagi di Teluk Kuantan. [Pan]

Tags :# hukum