Yes ! Desa Talang Jerinjing di Inhu Jadi sebagai "Desa Pelopor Lalu Lintas"

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rengat - Kepala Satuan Lalu Lintas Lantas Polres Indragiri Hulu (Inhu), AKP Ari Setyawan Wibowo, Senin (27/10/14), menunjuk Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, sebagai Desa Pelopor Lalu Lintas.
Melalui Kanit Laka Aiptu Leksi, Sat Lantas Inhu menyebutkan beberapa alasan ditunjuknya Talang Jerinjing sebagai Desa Pelopor Lalu Lintas, diantaranya karena warga desa ini salah satu warga desa yang mempunyai kepedulian cukup tinggi terhadap kecelakaan-kecelakaan yang terjadi.
"Selain itu juga, desa Talang Jerinjing, merupakan salah satu desa di Inhu, yang memiliki posisi geografis yang dilewati jalan lintas Timur Sumatera, dengan jarak yang cukup panjang," tegasnya.
Leksi pun langsung mengajari para ketua RW, RT dan Kepala Dusun (Kadus) serta tokoh masyarakat, tentang peraturan lalu lintas sebagai dasar untuk memahami pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dan dapat dijadikan bahan untuk sosialisasi kepada masyarakat lainnya.
Dijelaskannya, dalam berkendara ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.
Pertama, siap kendaraan, artinya kondisi fisik kendaraan harus diperhatikan. Karena memang kendaraan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Kedua, siap mengemudi (diri), dimana kondisi fisik pengendara juga harus menjadi perhatian, emosional, umur pengendara.
"Orang tua yang memberikan anaknya yang belum cukup umur berkendara, berarti harus siap menanggung resiko yang akan terjadi pada anak itu saat berkendara, jika terjadi kecelakaan. Karena anak berumur dibawah 17 tahun, masih labil jika diiberikan kendaraan," ungkapnya.
Untuk persiapan ketiga, adalah siap menaati peraturan berlalu lintas. Karena pelanggaran terhadap peraturan yang ada, juga menjadi penyebab terjadinya Laka Lantas.
Dikatakannya juga, terbentuknya desa sebagai pelopor juga tak lepas dari maraknya peristiwa kecelakaan. Selain berakhir pada luka ringan maupun berat, peristiwa itu juga mengakibatkan seseorang meninggal dunia.
Disamping itu, Sat Lantas Inhu berharap mulai saat ini tak perlu takut melaporkan apabila terjadi kecelakaan. Karena memang masyarakat terkadang juga telat menghubungi, sehingga akibat dari kecelakaan menjadi semakin fatal karena terlambat diatasi.
Rencananya, lanjut Kasat, desa pelopor itu tidak hanya di daerah tersebut namun juga di desa yang masuk di kelurahan lain.
"Akan berjalan ke yang lain. Tapi kita mengutamakan desa yang dekat dengan jalan dan mempunyai angka kecelakaan tinggi, dan masyarakat yang juga mempunyai kepedulian tinggi,” tuntasnya. [red]

