Keliling Desa Serap Aspirasi Warga

Jhon Girsang tampung curhat warga Desa di Inhu & Kuansing

Jhon Girsang tampung curhat warga Desa di Inhu & Kuansing

Caleg DPRD Riau Partai PDIP Nomor Urut 6 Jhon Dairisman Girsang Saat Berdialog Dengan Warga | 2019

Beritariau.com, Inhu - ‎Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kuantang Singigi (Kuansing) dari Partai PDIP nomor urut 6, Jhon Dairisman Girsang, semakin gencar turun masyarakat.

Kali ini, Ia menyambangi daerah Pemukiman Transmigrasi di wilayah Kecamatan Peranap, Inhu. Pantauan wartawan, di sebuah Desa bernama Pandan Wangidi Pranap ini, Jhon tampak bercengkrama dan berdialog menampung setiap keluhan dan aspirasi warga.

Warga pun senang dan menyediakan tikar sebagai alas untuk kumpul.

"Rata-rata kita tampung keluhan petani. Baik soal Bibit sulitnya mendapatkan Bibit Kelapa Sawit‎, pupuk subsidi dan termasuk soal replanting. Semua kita serap dan kita jelaskan juga program-program pemerintah," ungkap Jhon saat ditemui wartawan, Jumat (22/02/19).

Diungkapkannya, dalam hal replanting, petani merasa syaratnya banyak yang mereka tak pahami. Sebagian petani mengeluhkan juga pelayanan instansi terkait di Pemda setempat yang terkesan sepertinya tidak mendukung program pemerintah pusat.

"Ada yang mengaku tak mengerti membuat 'file pdf' dokumen-dokumen mereka. Nah, mereka mau nanya ke instansi terkait, kayaknya cuek. Padahal, pak Jokowi sudah menarget jatah kuota replanting ini lebih besar lebih baik. Kita perlu pelajari, apakah tim teknis di instansi ini terbatas atau dana operasionalnya yang kurang. Semua kita pelajari," urai Jhon kepada masyarakat.

Selain itu, petani juga mengeluhkan banyak dan terbanyak soal harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang tidak menentu. Ada juga mengeluhkan bibit dan lainnya.

"Rata-rata banyak komplain soal harga. Memang mereka mengerti bahwa harga tersebut dipengaruhi faktor harga dunia. Mereka hanya tidak mendapatkan informasi tentang solusi dan upaya pemerintah dalam menangani hal tersebut," tambahnya.

Di beberapa tempat, Jhon juga mengaku mendapat keluhan atau curhatwarga soal konflik-konflik lahan. "Menurutnya, saat ini pemerintah sedang membuat Pola penyelesaian dengan melibatkan semua instansi. Salah satunya, Satgas Mafia Lahan. Itu terdiri dari banyak instansi. Jadi tidak kerja sendiri-sendiri," sambungnya.

Dalam gerakannya menemui masyarakat, Jhon mengaku lebih banyak menggelar dialog-dialog daripada meminta untuk dipilih. "Lebih banyak mendengar, mereka senang. Awalnya mereka pasti cuek," tambah Jhon.

Anwar (38)‎, salah seorang warga yang hadir mengaku senang dengan cara yang dilakukan oleh Jhon.

"Cara dia bersahabat, membuka dialog. Bapak ini tidak seperti yang lain, tiba-tiba datang nempel spanduk dan baliho. Kenalan pun tidak," kata Anwar.

Diakhir pertemuan, Jhon menyatakan siap merangkum seluruh keluhan tersebut untuk dipelajari lebih lanjut. Saking senangnya, warga pun akhirnya meminta Kalender dari Jhon. [red]