Misteri 10 Mayat Terapung di Selat Malaka

Polda Riau Cari Saksi Kunci 10 Mayat Selat Malaka

Penulis : user | Selasa, 04 Desember 2018 - 22:08 WIB

Kombes Pol Sunarto

Beritariau.com, Pekanbaru - Polda Riau menyatakan ada petunjuk lainnya yang kemungkinan besar mengungkap misteri 10 jenazah terapung di Selat Malaka. 

Polisi menyebut ada dua saksi kunci yang diharapkan bisa membantu tabir misteri tersebut. Kedua saksi itu adalah Jamal dan Amid alias Boboi.

Keduanya ditemukan dan diselamatkan kapal cepat MV Indomal V rute Dumai - Malaysia, pada 22 November 2018, atau persis dua hari sebelum temuan maraton 10 mayat terapung di Selat Malaka hingga hari ini. 

Sayangnya, Polisi belum mendapat banyak informasi keberadaan kedua pria yang pada saat kejadian mengaku sebagai nelayan tersebut. 

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dalam keterangan pers di RS Bhayangkara Polda Riau, Kota Pekanbaru, Selasa hari ini mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa Jamal dan Hamid merupakan orang yang selamat dari tenggelamnya kapal di perairan itu. Keduanya diselamatkan kapal feri Indomal.

"Kita menerima informasi ada dua orang terapung di Selat Malaka lalu ditemukan oleh kapal feri Indomal tersebut. Karena tujuan kapal ke Malaysia dan keduanya mengaku ingin ke Riau, kapal feri itu membawanya dulu ke Malaysia," kata Sunarto, Selasa (4/12).

Setelah tiba ke Malaysia, kapal Feri itu kembali mengangkut Jamal dan Hamid untuk berlayar menuju Pelabuhan Kota Dumai, Riau pada Kamis 22 November 2018 lalu. 

Karena saat itu, Jamal dan Hamid mengaku nelayan yang perahunya karam dihantam gelombang. Mereka tidak menjelaskan bahwa adanya korban lain yang ikut tenggelam.

"Saat itu awak kapal feri tidak banyak tanya, data keduanya juga masuk ke manifes kapal usai diselamatkan. Jamal dan Hamid mengaku berdua saja menjadi korban kapal karam di Selat Malaka itu," kata Sunarto.

Namun, tak lama setelah Jamal dan Hamid diantar ke Dumai, nelayan menemukan sejumlah mayat terapung di perairan Selat Malaka yang memasuki wilayah Kabupaten Bengkalis. Mayat itu diduga merupakan TKI yang menumpangi kapal tradisional secara ilegal dari Malaysia ke Indonesia. Kapal itu lah yang diduga tenggelam.

Temuan mayat itu secara beruntun mulai dari tanggal 24 November hingga Selasa 4 Desember 2018.  Total ditemukan 10 mayat yang terapung di perbatasan Riau dengan Malaysia itu. Lokasi antara satu mayat dengan mayat ada ditemukan berdekatan dan ada pula yang cukup jauh.

"Jasad terakhir, hari ini ditemukan mayat mengapung di Kepulauan Meranti, tepatnya perairan Teluk Mas. Lokasi ini juga termasuk perbatasan dengan Selat Malaka. Jadi totalnya hingga sekarang ada 10 jasad," kata Sunarto.

Untuk mengungkap temuan mayat itu, polisi mencari keberadaan Jamal dan Hamid hingga ke rumahnya usai penyelamatan itu. Keduanya menjadi saksi kunci dalam penemuan 10 jenazah itu, apakah keduanya memang nelayan atau ikut dalam rombongan TKI yang kapalnya diduga karam di perbatasan.

"Kita mau mintai keterangan Jamal dan Hamid, apakah mereka ada hubungannya dengan 10 korban itu atau tidak," katanya.

Sejak penemuan ini, berhembus kabar ada sekitar 19 hingga 29 TKI yang ikut dalam kapal karam itu. Namun Polda Riau belum bisa menyimpulkan karena masih mencari keberadaan Hamid dan Jamal sebagai saksi kunci.

Untuk jenazah yang ditemukan, Polda Riau memastikannya sebagai TKI atas dasar keterangan sejumlah keluarga yang sudah menjemput jenazah itu.

"Karena sebelumnya keluarga mereka itu merantau ke Malaysia dan mengabarkan ingin pulang ke Indonesia. Tapi tidak sampai-sampai ke rumah. Nah mereka mendengar kabar ada temuan jenazah itu," jelasnya.

Dari semua mayat itu, sudah ada tiga jenazah dibawa keluarganya ke kampung halaman masing-masing setelah tim DVI Polda Riau berhasil mengidentifikasi tiga jenazah. Dua di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan satunya perempuan.

Polisi menghimbau agar masyarakat Riau ataupun provinsi tetangga yang merasa kehilangan keluarganya, untuk melapor ke Polda Riau atau kantor polisi terdekat. Saat ini sudah dibuka posko pengaduan di Rumah Sakit Bhayangkara. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :