Gakkum LHK Sita 19,5 Kubik Kayu Ilegal

Penulis : user | Selasa, 23 Oktober 2018 - 10:19 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Satu unit truck colt diesel dari Sumatera Barat dihentikan petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di daerah Kubang, Kota Pekanbaru, Riau.

Tim Satgas Gakum KLHK lalu menggeledah truck, dan hasilnya ditemukan kayu hasil pembalakan hutan secara liar atau ilegal loging di Sumatera Barat (Sumbar).

"Sebanyak 19,5 meter kubik kayu jenis ulin dimuat dalam truck. Kayu itu sudah berbentuk papan dan diduga hasil ilegal loging di Sumbar," ujar Kepala Seksi Wilayah II Sumatera Gakkum KLHK, Eduard Hutapea, Selasa (23/10/2018).

Kemudian polisi menginterogasi sopir truck dengan nomor polisi BE 9085 BQ itu. Namun, dokumen yang ditunjukkan sopir tidak sesuai antara lokasi pembuatan dengan asal kayu.

Selanjutnya sopir dan truck muatan kayu itu dibawa ke kantor Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera, Kota Pekanbaru sebagai barang bukti. Eduard mengatakan, sopir truck itu masih diperiksa sebagai saksi untuk didalami perannya.

"Dari pemeriksaan petugas, ternyata kayu itu menggunakan dokumen yang tidak sesuai terkait surat keterangan sahnya hasil hutan kayu (SK SHHK). Sebab, dalam dokumen ditulis penerbitannya oleh seorang tenaga teknis berinisial M di kilang kayu (sawmill) di daerah Bangko Kabupaten Merangin, Jambi," kata Eduard.

Menurut Eduard, isi dokumen kayu itu berbanding terbalik dengan keterangan sopir saat diinterogasi petugas. Sopir mengaku kayu itu dibawa dari daerah Sungai Langsek, Sumatera Barat. Artinya, ketidaksesuaian sumber kayu dengan dokumen menjadi indikasi pelanggaran aturan hukum.

"Jadi kita duga ada praktik penjualan dan penyalahgunaan dokumen sahnya kayu. Karena dalam isi surat-suratnya dari Jambi tapi kayunya diduga hasil pembalakan liar dari Sumbar," kata Eduard.

Kasus ini masih diselidiki Gakum KLHK Wlayah II Sumatera. Tim belum mengetahui siapa pemilik kayu olahan berbentuk papan sepanjang sekitar 6-8 meter tersebut. Kepada petugas, sang sopir mengaku akan membawa kayu itu ke daerah Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 

‎"Sedang kita kayu ini tujuannya untuk apa. Apakah untuk kepentingan sebagai bahan pembuatan kapal atau bukan, itu kita selidiki terlebih dahulu," pungkasnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :