Penyebab Prabowo Hatta Kalah Telak di Inhu

Geruduk Kantor DPD, Ketua PAC Gerindra se-Inhu Minta Ketua DPC nya Dicopot

Geruduk Kantor DPD, Ketua PAC Gerindra se-Inhu Minta Ketua DPC nya Dicopot

Tuntut Ketua DPC Dicopot, Para Pengurus PAC Partai Gerindra se Kabupaten Inhu Geruduk Kantor DPD di Pekanbaru | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Sedikitnya 9 dari 14 ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra dari Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggeruduk kantor DPD partainya dan menuntut Ketua DPC Gerindra Kabupaten Inhu, Abdul Qodir Jailani (AQJ) segera dicopot dari jabatan.

"Kami minta dengan tegas kepada Bapak Marwan Yohanis agar segera mencopot Abdul Qodir dari jabatan Ketua DPC. Dia sudah mempermalukan sendiri Bapak Prabowo di Inhu jadi kalah telak," teriak Ketua PAC Kecamatan Rengat Barat Sarno Pambudi, saat tiba di depan kantor DPD Gerindra di Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (22/10/14) siang.

Sarno hadir bersama sejumlah ketua PAC dari Kecamatan Rengat, Kuala Cenaku, Lirik, Pasir Penyu, Lubuk Batu Jaya, Peranap, Kelayang dan Batang Cenaku.

11 dari 14 pengurus PAC di Inhu, ujarnya, sudah sepakat. Namun, 2 ketua PAC lagi tak dpt hadir akibat pekerjaan.

Sarno mengaku pihaknya telah habis kesabaran atas ulah Abdul Qodir. Di kantor itu, segala tindak-tanduk Abdul Qodir yang dinilai membuat suara Prabowo Hatta ambruk saat pemilihan presiden lalu, dibeberkan.

Menurut Sarno, Abdul Qodir tak pernah transparan mengelola organisasi baik secara kebijakan dan terutama soal dana. Sebanyak puluhan juta uang saksi saat pilpres lalu dan uang pembinaan PAC tak transparan dikelola. Akibatnya, citra partai dan Prabowo selaku Ikon Partai di Kabupaten Inhu, jatuh.

Selain Sarno, Ketua PAC Kecamatan Pasir Penyu, Askariadi menyatakan kedatangan mereka ini menyusul surat pernyataan sikap yang mereka sampaikan pada 18 September lalu ke Kantor DPC Gerindra Inhu, yang tak ada tanggapan.

 

Tuntut Ketua DPC Dicopot, Para Pengurus PAC Partai Gerindra se Kabupaten Inhu Geruduk Kantor DPD di Pekanbaru | Beritariau.com 2014

 

"Kita sudah tak ingin dipimpin dia (Abdul Qodir). Masak bendera saja saja di kantor DPC tak ada. Dia tak sudah tak pantas memimpin partai," ungkap Askariadi.

Selain itu, mereka bahkan telah mengirim surat pernyataan itu kepada Hashim Djojohadikusumo selaku Badan Seleksi Organisasi (BSO) agar merevitalisasi Pengurus DPC Kabupaten Inhu. Namun, permohonan itu juga tak ada respon.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Riau, Irwansyah yang menerima kedatangan para pengurus PAC itu mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan itu. Menurutnya, laporan itu akan segera diproses karena bukan hanya menyangkut urusan orang per orang, namun nama baik partai.

"Laporan ini kami terima dulu dan akan kami proses secepatnya. Sebenarnya, DPD apalagi Ketua DPD Bapak Marwan juga sudah mengetahui ada riuk di daerah Inhu. Kepada saya, beliau juga mengatakan udah pusing atas riak-riak ini," kata Irwansyah kepada pengurus PAC yang datang di kantornya.

Persoalan ini, kata Irwansyah, akan segera ditindaklanjuti. Hanya saja, jadwal Ketua DPD belum dapat. Asal aspirasi ini murni dan tak ditunggangi, Irwansyah berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil kedua belah pihak baik PAC dan DPC.

"Kalian tak ada yang nyuruh datang kesini kan? Kalau murni, saya akan bicarakan ke pak Marwan begitu beliau tiba ke Pekanbaru," kata Irwansyah.

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan yang digelar KPU Inhu, Kamis (17/7/14) di Gedung Sejuta Sungkai, Rengat Kabupaten Inhu, Pasangan Jokowi-Jk tampil sebagai pemenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang meraih 97.460 suara atau 54,9 persen, unggul dari pasangan Prabowo-Hatta yang meraih 80.054 suara atau 45,1 persen.

Dari 14 kecamatan yang ada di Inhu, Jokowi-JK berhasil unggul telak karena meraih suara di atas 70 persen pada 10 kecamatan itu yakni, Seberida, Batang Gansal, Batang Cenaku, Peranap, Kelayang, Lirik, Batang Peranap, Rakit Kulim, Sungai Lala dan Lubuk Batu Jaya. Bahkan di Kecamatan Batang Gansal dan Batang Peranap.

Sedangkan Prabowo-Hatta, hanya unggul dengan meraih 65,7 persen pada 4 kecamatan yakni, Rengat, Rengat Barat, Pasir Penyu dan Kuala Cenaku. [roy]

Tags :# politik