Disetor Melalui Koordinator Rp1,2 Juta
Hm..! Ada Penjual Simulasi Ujian CPNS di Gerbang Pemko Pekanbaru, Nyetor ke Oknum Satpol PP
Para Pedagang yang Menggelar Dagangannya di Samping Pos Jaga Satpol PP Kantor Walikota Pekanbaru | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman kembali muncul. Anehnya, kemunculannya tepat di belakang komplek kantor Walikota Pekanbaru, Jalan Cut Nyak Dien.
Pemko Pekanbaru yang selama ini mengumbar sikap konsisten terhadap penertiban PKL, ternyata diduga ada oknum Satpol PP menerima uang dari para PKL penjual soal simulasi dan aplikasi ujian PNS.
Pantuan Beritariau.com, Selasa (21/10/14) dilapangan. Dari wawancara yang berhasil dirangkum, para pedagang melalui bos atau koordinator mereka memberi uang Rp1,2 juta kepada oknum Satpol PP.
"Bos kita yang bayar ke orang dalam. Satu juta dua ratus. Kita jualan tiga hari," ungkap salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Saat ditanya kembali orang dalam yang dimaksud oleh pedagang itu, dirinya menyebutkan bahwa Satuan Polisi Pamong Praja lah yang dimaksud.
"Iya, Satpol PP," ujarnya singkat.
Tak puas hanya bertanya ke PKL yang menggelar lapaknya di samping pos jaga Satpol PP, Beritariau.com pun bertanya kepada pedagang lain yang menjual simulasi aplikasi CAT.
"Kita tak se grup. Baru berteman disni aja. Kata mereka sih mereka bayar. Kalau berapa saya kurang tahu pasti. Kalau saya, ya.. Orang dalam minta bantu-bantu lah," tutur pria berstelan kemeja rapi itu.
Terakhir, seorang petugas Satpol PP berinisial Z, membenarkan bahwa yang berjualan buku kumpulan soal merupakan satu komplotan.
"Kalau mereka yang dekat gerbang ini sama yang diseberang bisa dibilang satu genk lah," katanya.
Perlu diketahui, para PKL yang menjajakan buku kumpulan soal ujian PNS berasal dari Jakarta telah menyalahi Perda kota Pekanbaru tentang Ketertiban Umum. [mar)

