Kapolda Minta Bersama-sama Cegah dan Tangani Karhutla

Tanggapan Kapolda Soal "Peringatan" Jokowi Terkait Karhutla Riau

Tanggapan Kapolda Soal "Peringatan" Jokowi Terkait Karhutla Riau

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Nandang menanggapi serius soal peringatan Presiden Joko Widodo terkait pencegahan dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan. 


Nandang di Pekanbaru, Kamis (8/2/18), mengatakan bahwa dirinya ‎siap menjawab tantangan tersebut. 


Bahkan, sebelum Presiden Jokowi memberikan peringatan itu kepada dirinya dan sejumlah Kapolda lain yang wilayahnya dinilai rawan Karhutla, dia mengatakan telah mengambil sejumlah langkah guna menangani bencana tahunan tersebut. 

 

Sejak awal tahun ini telah meminta seluruh Kapolres bertindak serius mencegah Karhutla dengan membentuk sekat-sekat kanal. Begitu juga kepada ratusan Bhabinkamtibmas untuk tidak lelah mensosialisasikan ancaman Karhutla ke masyarakat.

 

"Saya sudah meminta kepada seluruh Kapolres (di Riau) untuk betul-betul memberikan atensi pencegahan Karhutla. Bhabinkamtibmas juga terus digerakkan untuk selalu memberikan edukasi ke masyarakat," ujarnya.

 

Sementara itu, menanggapi peringatan Presiden Joko Widodo dalam pengarahan pengendalian Karhutla 2018 awal pekan ini, dia mengatakan bahwa pergantian jabatan di tubuh Polri merupakan hal yang biasa. 

 


"Sebenarnya ganti mengganti itu dinamikan organisasi. Yang penting bagaimana kita masyarakat Riau bersama seluruh komponen dapat mencegah dan menanggulangi Karhutla bersama," ujarnya. 


  

Selain itu, dia juga menuturkan Polisi bersama dengan TNI terus berkoordinasi dan bergerak bersama-sama untuk menhgantisipasi bencana tahunan tersebut. 

     

Terlebih lagi, dia mengatakan pelaksanaan Asian Games 2018 akan menjadi indikator penanganan Karhutla di Provinsi Riau. 

     

"Tahun ini ada even Asian Games (yang salah satu lokasi pelaksanaan) di Palembang. Jangan sampai kegiatan itu terhenti akibat asap," ujarnya.

 

Lebih jauh, secara umum ia menyatakan Polda Riau akan menghadapi dua tantangan berbeda pada 2018 ini, yakni penyelenggaraan pesta rakyat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serta penanganan bencana Karhutla. 

 

     

"Dua-duanya penting, tetap menjadi prioritas dan keduanya merupakan (bagian dari) agenda nasional," katanya. 

     

Nandang optimis bahwa Polda Riau dapat menjawab dua tantangan secara bersamaan tersebut. Ia mengatakan Kepolisian akan tetap fokus dalam mensukseskan pesta rakyat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati di Indragiri Hilir. 

     


Nandang menuturkan bahwa pelaksanaan Pilkada telah memiliki jadwal yang ditentukan. Dimulai dari pendaftaran calon kandidat, kampanye hingga pengumuman pemenang kepala daerah.  [don]