Pemenang Lelang Dipertanyakan

Alamak ! Tenda Mewah Walikota Seharga Rp 1 Juta per Meter Diduga Mark Up

Alamak ! Tenda Mewah Walikota Seharga Rp 1 Juta per Meter Diduga Mark Up

Tenda Membrane 2 Milyar di Rumah Walikota Pekanbaru | Istimewa | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Heboh-heboh soal tenda membran di rumah dinas (rumdis) Walikota Pekanbaru Firdaus MT tak lain disebabkan oleh harga tenda itu sendiri. Harga yang fantastis sebesar 2 Milyar Rupiah inilah yang jadi sorotan.

Sehingga penggiat anti korupsi pada Jumat (17/10/14) kemarin "menyerbu" rumdis Walikota di Jalan Ahmad Yani untuk melihat tenda itu. [Baca : Aktivis: Walikota Firdaus Muka Manis, Lagaknya Santun, Perangainya.. Luar Biasa !]

Dari pengakuan Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Perlengkapan Pemko Pekanbaru, Jamil kepada Beritariau.com saat di ruangannya pada Selasa (7/10/14). [Baca : Hah ! Tenda di Rumah Walikota Pekanbaru Harganya 2 M dari Uang Rakyat]

Tenda mewah yang menelan biaya Rp2 M ini, diakuinya, dipesan langsung dari kota Jakarta. PT Habib Zahid adalah perusahaan spesialis tenda membran yang dipakai oleh Pemko Pekanbaru.

Saat ditanya apakah pengadaan tenda ini permintaan dari Walikota Pekanbaru, Jamil mengelak. Pengadaan tenda mewah itu, pihaknya lah yang mengajukan ke Walikota. [Baca : Ditanyai Soal Tenda 2 M di Rumahnya, Firdaus MT Malah Curhat Atap yang Bocor]

"Kita ajukan ke pak Wali, kita bikin gambarnya dulu dan pak Wali setuju, perencanaan sudah dilakukan. Lalu kami konsultasi kan dulu, orang membrannya langsung datang kesini, dihitung permeternya. Permeter lebih dari 1 juta," ceritanya sembari bersandar ke bangku kulit berwarna hitam di ruangan kerjanya saat itu.

Data berbeda diperoleh Beritariau.com, berdasarkan harga pasar yang didapat dari tendanindo.indonetwork.co.id, pengerjaan tenda membrane dipatok seharga Rp450.000 per meter persegi. Tendanindo adalah spesialis pekerjaan tenda membrane yang mencakup ; Survey Lapangan dan Pengukuran, Design, Pengerjaan Konstruksi Membrane, Pengerjaan Visual Membrane, Pemasangan dan Perawatan.

Selain itu, pernyataan Asisten IV Setda Kota Pekanbaru Sentot D. Prayetno saat demo kemarin bahwa, itu bukan lah tenda namun membrane. Fakta ini terbantahkan secara langsung.

Pasalnya, data dari LPSE menyebutkan kegiatan dengan bernama Pekerjaan Pembuatan Tenda Membran dengan pagu sebesar Rp2.136.155.000. Dimenangkan melalui tender oleh perusahaan dari Kabupaten Kampar yakni CV Zahid Habib dengan penawaran Rp2.088.653.000, bukan dari Jakarta atau Bandung.

Sebab itu, pemenang lelang tenda ini pun dipertanyakan apakah CV Habib Zahid spesialis tenda atau hanya untuk memenangkan tender dan men-sub kan ke pihak lain. [Baca : Pemenang Lelang Tenda Mewah 2 M di Rumah Wako Pekanbaru Diduga Bukan Spesialis Tenda]

LSM Perkuat Dugaan Mark Up

Terkait ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (AKSI) Syakirman mengatakan bahwa tindakan ini murni sudah melanggar UU Tindak Pidana Korupsi.

"Ini perampokan uang rakyat. Tenda itu bisa seharga Rp 1 Juta lebih per meter jika dilapis dengan emas," katanya kepada Beritariau.com, Minggu (19/10/14).

Sebagai perbandingan harga selain dari data yang dihimpun Beritariau.com dari tendanindo itu, Syakirman pun memperlihatkan print out harga produk yang sama dari Jerman milik PT Nusindoprima Indah yang beralamatkan di Jalan Kartini Raya No 49 Jakarta Pusat.

Disitu disebutkan, harga jual membrane Jerman jenis 700 gsm, 850 gsm, 900 gsm, dan XTEN bahan tenda promosi 650 gsm dipromosikan seharga Rp28 ribu per meter. Ia pun menjelaskan secara detail dengan perhitungan sepihak.

"Misalnya, luas tenda yang dipasang itu sebesar 2.500 meter dengan harga tenda membran sebesar Rp100 ribu per meter, termasuk upah jahit per meter dan lain-lain. Kita kalikan, hasilnya Rp250 juta," rincinya.

Dan, untuk kerangka besi tenda membran itu paling mahal Rp500 juta. Maka hasil sementara Rp750 juta. Ditambah pajak 10 persen senilai Rp75 juta. Totalnya, baru sebesar Rp825 juta.

"Itu masih reka-reka kita. Tak mungkin luas kediaman Walikota sebesar itu dan harga dasar per meter Rp. 100 Ribu itu sudah terlalu besar. Ini jelas sudah terjadi Mark Up luar biasa. Perampokan namanya," pungkas Syakirman.

Bahkan, para aktivis yang demo kemarin juga mengatakan kasus Tenda Membrane senilai Rp 2 Milyar ini, harus diusut tuntas. Mereka menilai, pengadaan tenda sebesar itu, tidak rasional. [Baca : Tenda Mewah 2 M di Rumah Wako, Jalan ke SMPN 37 Pekanbaru Berlumpur] [mar/red]

Tags :# politik