Kasus teror molotov di Pekanbaru, DPRD: ini hutang Polisi

Kasus teror molotov di Pekanbaru, DPRD: ini hutang Polisi

DIMOLOTOV - Rumah Shanti Rahmayanti alias Santi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru berlokasi di Jalan Gg Meranti No 09 RT 001 RW 003 Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payung Sekaki | istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Kasus teror bom molotov yang terjadi di Pekanbaru, menjadi perhatian serius dari DPRD Kota Pekanbaru. Kasus teror molotov yang meresahkan warga Pekanbaru ini, hingga saat ini belum terungkap motif nya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Hotman Sitompul, mengatakan, kasus teror molotov tersebut jelas berdampak buruk terhadap keamanan dan kenyamanan dari warga Pekanbaru. Apalagi, teror itu ditujukan kepada pejabat yang ada di Riau.

"Ini bom molotov, belum ada yang terungkap, ini jadi hutang bagi pihak kepolisian untuk mengusutnya, Kata Hotman, ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (30/10/17).

Dia menjelaskan, modus pelaku dalam melancarkan aksi teror bom molotov hampir sama. Seharusnya, pihak kepolisian mampu melakukan identifikasi dan menemukan pelaku teror tersebut.

Pelemparan bom molotov tersebut, jelas dapat mengganggu keamanan di Kota Pekanbaru yang terkenal dengan Kota Investasi terbaik saat ini.

"Kalau Pekanbaru tidak dijamin keamanannya, bisa jadi orang luar takut mau ke Pekanbaru. Jangan sampai Pekanbaru dicap sebagai kota molotov, inikan tidak bagus," cetusnya.

Sebagaimana diketahui, teror aksi bom molotov akhir-akhir ini marak terjadi. Kasus pertama terjadi di Rumah milik Shanti Rahmayanti alias Santi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru.

Dimana, pada hari Rabu (30/08/17), dini hari sekitar pukul 04.30 wib, rumah pribadinya dimolotov oleh orang tak dikenal (OTK).‎ Korban sebelumnya juga menimpa Anggota DPRD Riau, Supriati, yang rumahnya juga ikut menjadi sasaran teror bom molotov.

Belum selesai kasus tersebut, rumah milik petinggi Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru, Nurhasyim (70) pada Jumat (13/10/17) pukul 05:30 WIB, juga menjadi sasaran teror molotov juga.

Akibat kasus tersebut, satu unit mobil Avanza milik Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Pekanbaru yang terpakir di Jalan Utama Perumahan Kulim Indah Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, hangus terbakar di garasinya. [bam]