Pecinta Budaya Memiliki Etika Paling Tinggi

Parhasapi, Penggiat Budaya Batak di Riau Calon Penerima Anugerah Akal Budi LE

Parhasapi, Penggiat Budaya Batak di Riau Calon Penerima Anugerah Akal Budi LE

CALON PENERIMA ANUGERAH AKAL BUDI LE - Sarles Manurung alias Parhasapi, Penggiat Adat dan Budaya Batak di Pekanbaru Jadi Calon Penerima Anugerah Akal Budi Lukman Edi | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Akal Budi maupun Budi Pekerti adalah norma positif yang melampaui seluruh batas, baik Suku, Golongan, Agama dan Kelompok-kelompok. Para Calon Penerima Anugerah Akal Budi Lukman Edy (LE), juga demikian.

Setelah sejumlah nama muncul, kali ini, Calon Penerima Anugerah muncul dari etnis Batak yang ada di Kota Pekanbaru.

Dia adalah Sarles Manurung (58), warga Kota Pekanbaru yang selama ini tekun melestarikan adat dan budaya Batak di Kota Pekanbaru.

Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan 'Parhasapi' ini, diikenal sebagai pemain Gondang Sabangunan yang cukup ternama di Kota Pekanbaru.

Selama puluhan tahun dirinya menggeluti kesenian yang erat kaitannya dengan adat dan budaya Batak tersebut.

Bahkan Ia bisa dikatakan warga Kota Bertuah pertama yang mahir dalam memainkan alat musik tradisional ini saat adat besar Batak.

"Mungkin cuma saya warga Pekanbaru yang menjadi personel Gondang untuk acara adat besar Batak sekitar tahun 1980-an itu. Sebelumnya pemain Gondang ini didatangkan langsung dari kampung di Sumatera Utara (Sumut) bila ada acara adat besar,” ungkapnya, Minggu (28/10/17).

Lambat laun, pemain Gondang ini di Pekanbaru terus bertambah. Namun semua itu justru disambut gembira oleh Sarles.

Malah, Ia termasuk salah seorang yang ikut mengajarkan kesenian Gondang tersebut kepada mereka yang memang mau belajar.

"Saya beberapa kali diminta untuk mengajarkan Gondang. Tanpa pikir panjang semua saya terima, karena saya ingin seni budaya ini terus dapat dilestarikan," tutur ayah dua orang putri ini.

Tak hanya tenar sebagai seniman Gondang, Sarles yang piawai menari Tor-tor ini kabarnya juga merupakan salah satu sosok sumber referensi adat dan budaya bagi masyarakat Batak di Kota Pekanbaru.

"Tak referensi kali lah, belum segitunya. Saya hanya membagi apa yang saya ketahui tentang adat, seni dan budaya Batak kepada siapa saja. Sekali lagi ini karena saya ingin adat dan budaya terus dilestarikan sehingga dapat dinikmati anak cucu kedepannya,” ungkap suami dari Boru Sitinjak ini, merendah.

Ketika dirinya disebut menjadi salah satu calon penerima Anugerah Akal Budi LE, Ia sangat berterima kasih.

Sarles alias Parhasapi yang juga dikenal dengan Ketua Paguyuban Marga Manurung Kota Pekanbaru ini, merasa sebuah penghargaan yang besar bila dirinya dipercaya menerima Anugerah Akal Budi dari Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau (Gubri) terkuat versi Indo Barometer tersebut.

"Jujur, saya tak kenal dengan Pak LE. Tapi kalau beliau ingin memberi penghargaan bagi para pelestari seni, adat dan budaya, saya tentunya sangat mengapresiasi serta berterima kasih,” terang Sarles.

Menurut lelaki yang hari-harinya sibuk berorganisasi, baik di kepengurusan Cabang Olahraga Wushu Kota Pekanbaru, KONI Kota Pekanbaru, serta SPSI ini, orang yang mau mengapresiasi para penggiat seni dan budaya tentunya adalah 'pencinta' budaya.

"Kalau pendapat pribadi saya, pencinta budaya itu memiliki etika paling tinggi. Dia mencintai nenek moyangnya yang mewariskan budaya ini. Manusia yang baik itu yang menghormati nenek moyangnya," papar Sarles Manurung lagi.

Seperti diketahui, Anugerah Akal Budi Lukman Edy merupakan bentuk apresiasi dari Balon Gubri yang memiliki tagline 'Riau Bangkit' tersebut kepada sosok-sosok yang selama ini menjadi “pahlawan” dalam memperjuangkan seni dan kebudayaannya masing-masing.

Demikian dikatakan Ketua Tim AKU LE Provinsi Riau yang menjadi pelaksana dari pemberian anugerah tersebut, Eddy Akhmad RM.

Menurut Mantan Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR) ini, mereka yang mendapatkan anugerah merupakan tokoh-tokoh lintas etnis di 12 kabupaten/kota se Riau, yang selama ini giat dan tunak mempertahankan warisan akal budi.

Anugerah Akal Budi ini sendiri rencananya akan diserahkan langsung oleh LE pada tanggal 10 November 2017, atau bersempena dengan Peringatan Hari Pahlawan. [red]