Kendalikan Titik Api, BNPB Pusat Kirim 2 Helikopter ke Riau

Kendalikan Titik Api, BNPB Pusat Kirim 2 Helikopter ke Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kendalikan sejumlah titik api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap terjadi di sebagian wilayah Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat mengerahkan 9 helikopter membantu Pemerintah Daerah di Indonesia. Dua diantaranya dikirim ke Riau yakni, helicopter Bolco dan Sikorsky.

"Selain di Riau, di Palembang kita kerahkan 3 unit heli, yakni MI-8, Bolco, Kamov. Di Pontianak 1 unit Bolco dan Palangkaraya 2 unit yakni, MI-8 dan Bolco. Ribuan kali helicopter terbang, dan jutaan liter air dijatuhkan di titik api. Namun pembakaran masih terus berlangsung," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (15/10/14).

Kata Sutopo, hotspot (titik panas) di Sumatera Selatan (Sumsel) sebanyak 172 titik, di Jambi 3 titik, di Kalimantan Barat 37 titik, di Kalimantan Tengah 29 titik, Kalimantan Selatan 4 titik.

"Hotspot di Kabupaten OKI propinsi Sumsel tidak ada habis-habisnya karena pembakaran masih dilakukan sehingga hotspot masih ada 159, dan di Banyuasin ada 6. Lebih dari 7.000 hektar lahan telah terbakar di Sumsel,"kata Sutopo.

Akibatnya, lanjut Sutopo, konsentrasi partikulat PM10 (ug/m3) pada siang hari masih pada level berbahaya yaitu di Palembang 434 dab Palangkaraya 345.

"Sesuai pola hotspot tahun 2006-2013, puncak hotspot berlangsung September-Oktober. Artinya karhutla akan masih berlangsung hingga akhir Oktober nanti," ujarnya.

Untuk mengatasi ini, BNPB menambah helicopter pembom air. Dua unit helicopter MI-171 saat ini masih di Lanud Halim Perdanakusuma menyelesaikan perijinan.

Rencana 17-10-2014 nanti akan diterbangkan ke Palembang dan Palangkaraya. Helicopter Kamov juga akan ditambah di Palembang pada 19-10-2014.

Rencana pada 16-10-2014 pesawat Hercules TNI AU akan tiba di Palembang untuk modifikasi cuaca. Saat ini masih di Lanud Husein Sastranegara untuk pemasangan peralatan bahan semai.

"Untuk modifikasi cuaca di Palangkaraya, BNPB telah meminjam pesawat dari PT Pelita. Saat ini menunggu sertifikasi dan uji safety karena adanya bebeapa peralatan yang dipasang pada pesawat terbang," jelas Sutopo.

"Upaya pemadaman ini akan tidak efektif jika pembakaran masih berlangsung di darat. Pencegahan lebih efektif dibandingkan pemadaman," pungkasnya. [Pan]