3 dari 10 Rakit Dibakar
Penambang Emas Liar di Kuansing Dirazia, Pemodal Tak Tersentuh

Dompeng atau Rakit yang Digunakan Penambang Emas Liar di Kuansing Dibakar | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Kuansing - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menggelar operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI di aliran Sungai Kuantan di Kecamatan Gunung Toar yang kembali marak, Selasa (23/9/14) pukul 09.30 WIB pagi tadi. Razia ini difokuskan di Desa Siberobah dan Petapahan.
Razia dipimpin Wakapolres Kompol Maryono didampingi Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Sabhara, Kasat Bimas, serta Kapolsek Kuantan Mudik dan mengerahkan sebanyak 60 orang personil.
Saat di Desa Siberobah, polisi berhasil menemukan 4 rakit atau dompeng PETI yang sudah ditinggal pemiliknya. Sedangkan tiga diantara rakit yang ditemukan, langsung dihancurkan dengan cara dibakar.
Dari Desa Siberobah, polisi kemudian bergerak ke Desa Petapahan. Di sini ditemukan enam rakit PETI yang juga sudah ditinggal pemiliknya. Keenam rakit PETI itu juga dihancurkan agar tak bisa digunakan lagi.
Kapolres Kuansing AKBP Bayuaji Irawan melalui Kasubag Humas, Ipda Musabi, Selasa (23/9/14) menyatakan, dari razia ini, polisi tak berhasil menangkap para pelaku karena sudah terlebih dahulu melarikan diri.
"Total 10 rakit PETI, 3 diantaranya dibakar di Desa Siberobah," ujarnya. "Razia selesai pukul 12.30 WIB berlangsung aman aman dan kondusif," tambah Musabi.
Diketahui, bahwa aktivitas PETI itu sudah lama terpantau. Wilayah penambangan ini, berada di perbatasan Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Gerusan dari penambang liar di Hulu Sungai Kuantan membuat air sungai menjadi keruh dan merkuri atau air raksa yang digunakan oleh para penambang membuat sungai tercemar.
Setidaknya ada 2 kategori kelompok penambang berdasarkan pemodal yang hingga kini masih beroperasi memakai alat berat jenis excavator.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kelompok pertama diduga milik Afner Sijabat dan kedua diduga milik kelompok Andi. [red]

