Diduga Ada Setoran Ilegal

Kurangnya Setoran, Diduga Penyebab PKL Pasar Pagi Arengka Terancam Digusur

Kurangnya Setoran, Diduga Penyebab PKL Pasar Pagi Arengka Terancam Digusur

Kios PKL Pasar Arengka yang Hendak Dibongkar | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kisruh penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Pagi Arengka menyimpan cerita. Berdasarkan penelusuran Beritariau.com di Pasar Arengka, Rabu (15/10/14) ada dugaan ada oknum Dinas Pasar (Dispas) kota Pekanbaru ngutip setoran tak resmi.

"Setiap pengelola pasar pagi arengka itu nyetor Rp5 juta per pengelola ke Dispas," kata Ketua Aliansi Pedagang Kaki Lima Pasar Arengka, Harianto saat dijumpai di pasar.

Pedagang yang lain ikut menambahi bahwa perihal penggusuran mereka erat kaitannya karena setoran yang diberikan kurang.

"Bahkan tadi ada yang bilang ke saya, kalau kita digusur karena kurang setoran ke atas," kata seorang pedagang lainnya.

Sebelumnya Dinas Pasar (Dispas) melalui Kepala Bidang Kebersihan dan Ketertiban (K2), Suhardi menyangkal bahwa uang yang diterima Dispas lebih dari Rp5 juta. Pengakuannya uang itu digunakan untuk kebersihan sampah pasar.

"Pengelola yang lima itu memberi ke kita Rp5 juta bulan masuk ke kas. Pak Sunari anggota pak Puja memberi bantuan dana Rp5 juta untuk kebersihan pasar dan masuk ke kas daerah," katanya kemarin, Selasa (14/10/14).

Informasi yang dihimpun Beritariau.com, bahwa biaya pengangkutan sampah itu dibayarkan melalui LPM dan Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru bukan melalui Dispas Kota Pekanbaru.

Sayangnya, saat dijumpai dikantornya dari kemarin hingga hari ini Kepala Dispas Kota Pekanbaru, Sadri tak berada ditempat. Nomor telepon genggamnya pun tak aktif. [mar]

Tags :# politik