Demo Tiap Hari Biar Investor Tak Masuk
PKL Pasar Pagi Arengka Siap Kerahkan 700 Orang Hadang Pemerintah

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Pagi Arengka menolak rencana penertiban yang semula akan dilaksanakan besok, Rabu (15/10/14).
Harianto, Ketua Aliansi Pedagang Kaki Lima Arengka mengatakan kepada Beritariau.com, Selasa (14/10/14) bahwa pihaknya akan melakukan perlawanan jika dilakukan penggusuran.
"Jika tak ada penggusuran hanya penertiban kami terima. Kalau ada, kami akan mempertahankan ini. 700 pedagang siap untuk kita kerahkan," katanya.
Menurutnya, pihak Dinas Pasar (Dispas) kota Pekanbaru tak pernah melakukan sosialisasi terhadap pedagang terkait penertiban. Menurutnya, Dispas Kota Pekanbaru hanya melayangkan surat tanpa penjelasan apa-apa.
"Pihak dinas pasar tak pernah melakukan sosialisasi kepada kami untuk penggusuran. Ada tiga kali surat masuk. Yang terakhir tanggal 6 Oktober untuk pengosongan tempat berjualan pada tanggal 15 Oktober," terangnya lagi.
Selain akan melakukan perlawanan, para PKL pasar pagi arengka ini juga akan mengancam Walikota Pekanbaru, Firdaus MT atas kebijakan menggusur para pedagang. Mereka akan terus melakukan demonstrasi hingga investor enggan berinvestasi di Kota Pekanbaru.
"Kalau itu yang dikehendaki pak wali kami siap. Kami siap unjuk rasa setiap hari sampai investor tak mau masuk. Jika aspirasi kami tak diterima," ancamnya.
Para pedagang kaki lima yang berjualan buah dan sayur mayur ini rencananya akan dipindahkan untuk masuk kedalam pasar pagi arengka yang diketahui dimiliki oleh pihak perorangan.

