15 Tahun Kabupaten Pelalawan

Berkembang Pesat, Kabupaten Pelalawan Bakal Jadi Kota Inovatif

Berkembang Pesat, Kabupaten Pelalawan Bakal Jadi Kota Inovatif

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru -  Di usianya ke 15 tahun, Kabupaten Pelalawan dinilai semakin berkembang pesat. Pasalnya, berbagai perkembangan dunia, seperti Tata Perkotaan dan Teknologi yang memiliki efek langsung ke masyarakat selalu diikuti oleh daerah yang dipimpin Bupati HM Harris.

Demikian dikatakan Tatang Akhmad Taufik selaku Deputi Kepala Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Minggu (12/10/14), dikatakannya perkembangan kabupaten Pelalawan sangat menonjol 2 tahun belakangan ini.

Doktor Resource Economics University of Florida ini menceritakan, dua tahun lalu, kota Pangkalan Kerinci yang merupakan ibukota kabupaten Pelalawan masih menjadi daerah yang gelap gulita. Meski penerangan ada, kondisinya selalu byar pet.

"Itu yang saya rasakan pertama kali. Tapi belakangan, wajah itu berubah drastis. Pemanfaatan Energi Gas yang dilirik oleh Pemkab Pelalawan membikin elektrifikasi, persentase masyarakat yang sudah menikmati penerangan listrik di Pelalawan melejit hingga lebih dari 40 persen dari yang tadinya hanya di angka 21 persen. Ini pekerjaan luar biasa," ujarnya.

Jika proses pemanfaatan gas untuk listrik itu diserahkan ke BPPT, kata Tatang, dalam tempo 3 tahun BPPT belum tentu bisa mewujudkan itu. "Tapi Pemkab Pelalawan justru bisa menuntaskannya dalam tempo 1,5 tahun," katanya.

Tak hanya keberhasilan di sektor listrik, Tatang juga melihat empat kemajuan lain. Diantaranya adalah satuan kerja sudah lebih fokus pada pencapaian. Gara-gara itu pula, kata Tatang, banyak daerah yang kemudian datang untuk belajar ke Pelalawan.

"Saya sudah dua tahun bolak-balik ke Pelalawan. Disini ada tim saya yang terus bekerja. Makanya saya berani bilang soal perkembangan itu," jelas Tatang.

Lantaran kemajuan tadilah, Tatang yakin bahwa, enam tahun ke depan Pelalawan akan muncul menjadi 20 kabupaten terinovatif di Indonesia.

"Anda bisa bayangkan berapa banyak kabupaten yang ada sekarang. Lebih dari 400 kabupaten. Tapi Pelalawan akan muncul menjadi yang terinovatif itu," katanya lagi.

Masih menurut Tatang, dirinya punya alasan yang sederhana dalam menilai perkembangan kabupaten Pelalawan,  yakni keterbukaan pemerintahannya dalam menerima kritikan.

Serta tak menolak jika diajak berdiskusi untuk mencari jalan terbaik guna memperbaiki kekurangan yang ada. Yang lebih penting, Pemkab punya keinginan besar soal perbaikan pelayanan, kebijakan serta pemberdayaan.

Dengan keinginan besar tadi pula, Tatang dan timnya bisa enjoy bekerja untuk mewujudkan Pelalawan sebagai kawasan Teknopolitan seluas 3750 hektar di Langgam. Ada lima Kelompok Kerja (Pokja) yang "mengeroyokl misi besar itu.

Tugasnya adalah mendorong penguatan sistim inovasi daerah, pengembangan jaringan inovasi, teknopreneurship dan tematik.

"Ada beberapa hal yang sudah berjalan. Salah satunya adalah recruitment pelaku teknopreneurship tadi. Setiap tahun ada sekitar 40 orang yang dilatih. Lalu, pengiriman tugas belajar keluar. Asal tahu saja, anak pelalawan yang tugas belajar di Malaysia malah sudah dapat 3 hak paten di sektor kelapa sawit," terangnya.

Jadi, kata Tatang, Teknopolitan ini adalah salah satu vehicle untuk menopang kreativitas masyarakat Pelalawan. "Bukan masyarakat Pelalawan yang menopang teknopolitan itu," imbuhnya.

Tatang mengaku, hingga tahun 2011, sudah ada 120 kabupaten yang meneken kerjasama inovasi dengan BPPT. Tapi yang jalan itu kurang dari lima persen.

"Yang paling serius itu justru Pelalawan dan Pekalongan. Makin tahun makin bergerak cepat. Intinya cuma satu. Kepala daerahnya harus tulus bekerja dan all out," ujarnya.

Walau sudah banyak perkembangan yang dicapai kata Tatang, pencapaian itu justru musti bisa dijadikan momentum untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah berlaku tahun depan.

"Setengah dari MEA itu adalah masyarakat yang berbahasa melayu dan Indonesia. Jadi, momentum ini bisa dijadikan oleh Pelalawan sebagai basis budaya melayu di MEA itu," pungkasnya. [red]

Tags :# politik