Istri Terluka Saat Menghalangi

Ngeri! Gadis belia di Riau tewas dibantai ayahnya

Ngeri! Gadis belia di Riau tewas dibantai ayahnya

TEWAS DIBANTAI - Jasad Ina, Gadis Belia Berusia 13 Tahun di Inhil Terbujur Kaku Usai Dibantai Oleh Ayah Kandungnya | Humas Polres Inhil

Beritariau.com, Pekanbaru - Amah, ibu rumah tangga berusia 43 tahun warga Desa Surraya Mandiri Kecamatan Mandat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini tak menyangka bakal menyaksikan pembantai sadis terhadap putri kandungnya.

Pagi tadi, Sabtu (09/09/17) dini hari, tidur Amah terusik oleh suara hentakan di luar kamarnya. Ia pun terbangun dan bergegas mencari asal suara itu.

Betapa kagetnya Amah. Ia menyaksikan langsung aksi pembantaian terhadap putrinya, Ina, gadis belia berusia 13 tahun.

Ia semakin terperangah melihat pembantaian itu dilakukan oleh suaminya sendiri, ayah kandung Ina. Ia melihat Ina sedang terbaring tak berdaya dengan posisi miring.

Sedangkan, Bur, suaminya, berdiri tepat di depan Ina dengan tangan kiri memegang sebilah parang, sambil mengucapkan kata 'setan' berulang-ulang.

‎Spontan Amah berusaha mencegah aksi suaminya itu dengan membentangkan tangannya di atas tubuh Ina yang masih terbaring tak berdaya sambil berkata dan mengingatkan bahwa Ina adalah anak mereka.

Namun gagal. Bur kembali mengayunkan parang membacok putrinya itu dan akhirnya mengenai jari tangan Amah.

‎Karena ketakutan, Amah kemudian meninggalkan rumah dan pergi berobat ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Surraya.

Setelah pulang usai berobat, Amah terpaksa menerima kenyataan bahwa anaknya yang berstatus pelajar itu sudah tewas di tangan suaminya sendiri. Ia pun melaporkan peristiwa mengerikan itu kepada Kepolisian setempat.

"Korban (Ina) diketahui menderita luka di bagian leher, tangan dan dada," ungkap Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, Sabtu (09/09/17) sore.

Dijelaskannya, mendapat informasi kejadian itu, Kapolsek Mandah Iptu Warno bersama anggota lainnya langsung mendatangi TKP dan mengamankan Bur yang berada tak jauh dari lokasi kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Dolifar, diduga Bur mengalami gangguan jiwa. Pasalnya, tiga tahun yang lalu, kepala tersangka, tertimpa buah kelapa yang dikaitnya. Semenjak kejadian itu, perilaku Bur mulai berubah.

"Tersangka akan diobservasi kondisi kejiwaannya. Saat ini, sudah diamankan Polsek Mandah. Juga turut diamankan barang bukti sebilah parang berhulu warna hitam yang terdapat bercak darah," pungkas Dolifar. [red]‎