Ingin Figur Wakil Dari Tokoh Pesisir

Cagub Riau blak-blakan: LE senang banyak kader Golkar maju

Cagub Riau blak-blakan: LE senang banyak kader Golkar maju

LUKMAN EDY - Bakal Calon Gubernur Riau Saat Santai Bareng Media di Pekanbaru, Jumat 09 September 2017 Malam | Beritariau.com 2017

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang jadi Bakal Calon Gubernur Riau, Lukmad Edy mengaku optimis dengan ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang akan lebih baik. 

Menurutnya, regulasi Pemilu saat ini sudah banyak dirubah untuk meminimalisir praktik kotor baik penggunaan kekuasaan dan politik uang.

Ia juga merasa senang dengan banyaknya figur maju menjadi Bakal Calon Gubernur Riau, termasuk dari kader-kader Golkar.

Pengakuan itu disampaikannya saat bicara blak-blakan dengan sejumlah wartawan di Pekanbaru, Jumat (08/09/17) malam. Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB ini, bicara panjang lebar khususnya seputar Pemilihan Gubernur (Pilgub)‎ Riau.‎

"Saya yakin kedepan (Pilkada dan Pemilu 2019, red) akan lebih baik. Sebelum jadi Ketua Pansus Pemilu di DPR RI, saya sudah mempersiapkan diri untuk merubah kecolongan dalam aturan yang membuat praktik kotor lolos. Saya belajar dari Pengalaman jadi Calon Gubernur tahun 2014 lalu," ungkap Lukman Edy yang akrab disapa 'LE' ini.

LE sendiri, pada Pilgub tahun 2014 lalu, maju jadi Calon Gubernur Riau berpasangan dengan Suryadi Khusaini, ketua DPD Partai PDI Perjuangan Provinsi Riau saat itu. Namun, pasangan mereka, keok di putaran pertama.

Seluruh aturan Pemilihan yang lalu, cukup banyak dirubah. Dahulu, katanya, hanya pemberi suap 'serangan fajar' baik berupa uang dan sembako, yang terancam pidana.

Saat ini, penerimanya juga terancam pidana. Sekuat apapun modal sosial seorang calon kepala daerah, katanya, rencana jahat menyuap rakyat itu akan terhalang dengan sendirinya.

"Dari hasil survei, strong voter saya ini cukup tinggi, bukan swing voter. Artinya, ‎yang militan ke saya banyak. Makanya, dengan rasional saya siap maju," katanya menjawab potensinya menang di Pilgub 2018 mendatang pasca kekalahan telak di Pilgub sebelumnya.

‎Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, ‎kata LE, dulunya diurutan suara terbanyak ketiga. Saat maju lagi, malah terpilih. Apalagi, kata LE, ketidakpuasan masyarakat Riau terhadap Gubernur Riau saat ini cukup tinggi, sehingga dirinya optimis‎ maju.

"Kalau melihat kondisi saat ini yakni ekonomi Riau seputaran 2 persen dan ‎saya tak maju, justru saya salah. Saya wajib maju. Saat ini, banyak muncul calon Gubernur Riau, itu bukti kepedulian atas kondisi ini," ungkapnya.

‎Dipaparkannya, peluang itu cukup terbuka baginya. Partainya, PKB, memiliki 6 kursi di DPRD Riau. Butuh 7 kursi lagi untuk merampungkan 'perahu' lolos sebagai Cagub.

LE juga mengungkapkan kedekatan dirinya dengan sejumlah petinggi DPP partai lain. Selaku mantan Sekjend PKB, Ia cukup banyak berinteraksi dengan Sekjend Partai lain. Kedekatan itu, menurutnya, juga sebagai modal politik.
Meski demikian‎, lanjutnya, Partai memiliki in‎dikator sendiri dalam menentukan pilihan.‎

"Saat ini, 'dukunnya' Partai Politik itu adalah Survei. Saya jamin, tak ada partai berani bermain tanpa hasil survei. Kedua, mungkin karena kader," ujarnya.

Hal itu semua, katanya, dapat didukung oleh media-media sosial dan media online. "Segala sesuatunya gampang viral sekarang," ungkapnya.‎

Kepastian LE mampu mendapat dukungan dari partainya sendiri, Ketua‎ DPW PKB Riau Abdul Wahid, angkat bicara. Menurutnya, dukungan PKB sudah dalam 'genggaman' LE.

'Hari ini pun surat dukungan itu bisa diturunkan untuk LE. Survei LE tinggi, apalagi pak LE adalah kader sendiri. Tak mungkin PKB pilih yang lain," papar LE.‎

‎Disinggung seputar pesaingnya di Pilgub nantinya, ‎khususnya dari kader-kader partai Golkar, LE mengaku senang.

"Lebih banyak calon lebih baik, khususnya dari Golkar," jawabnya sambil tertawa. [roy]‎