Polisi Selidiki Laporan Misyanto Cs
Rebut lapak jualan di MTQ, anak Pejabat di Siak todong pistol ke warga

ilustrasi
Beritariau.com, Siak - Jelang pelaksanaan Musabawah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kabupaten Siak ke-17 yang dimulai Senin, 4 September 2017 yang dipusatkan di Masjid Islamic Center, diwarnai keributan.
Seperti biasanya, dalam pelaksanaan MTQ, Pemerintah bekerjasama dengan sejumlah pihak termasuk Pemuda Setempat untuk mengisi Stand Bazar, Lapak Tenda untuk para pedagang dan pengelolaan parkir di depan Islamic Center.
Namun kali ini, perebutan lapak berjualan di sekitar arena MTQ berujung laporan ke kepolisian.
Empat orang Pemuda Kampung Rempak Kecamatan Siak Sri Indrapura, Sabtu (02/08/17) pagi melaporkan pria yang dikenal sebagai anak Kepala Dinas di lingkungan Pemda Siak. Mereka mengaku diintimidasi, diancam dan ditodong oleh anak Pejabat tersebut dengan sebuah pistol.
"Laporan mereka sudah kami terima. Kasus ini masih di dalami," ungkap Kapolres Siak AKBP Restika Nainggolan, Minggu (03/08/17).
Sebelumnya, dihubungi via seluler, Misyanto (33), pemuda Kampung Rempak ini mengaku, kejadian itu terjadi pada Kamis (28/08/17) pagi sekitar pukul 10.00 wib.
Saat itu, Ozi, panggilan akrab anak Pejabat itu datang memasang tenda di lapak mereka. Aksinya itu diprotes oleh Tengku Said Arif, salah seorang pemuda. Cek-cok pun terjadi.
"Saya melerai, lantaran dia menendang si Said. Saya bilang,'Jangan pasang dulu, Zi! Kita tunggu panitia biar jelas posisi letak masing-masing'. Dia tak terima. Lalu, dia bilang dia akan mengadu ke Bapaknya. Lalu dia pulang," ungkap Misyanto, Sabtu (02/09/17) malam.
Menurut Misyanto, Ozi dikenal masyarakat sebagai anak dari Kepala Dinas Pasar.
Tak lama kemudian, lanjutnya, Ozi datang lagi. Kali ini, dia datang dan menodongkan sepucuk pistol ke arah perut Misyanto dari jarak 5 meter.
"Saya tak takut. Saya bilang pilih aja mana yang mau ditembak," kata Misyanto.
Akibat kejadian ini, Misyanto dan tiga orang rekannya yang ingin berjualan di lapak itu, akhirnya melapor ke kepolisian.
"Kita berharap polisi memproses laporan kami," katanya. [red]

