Diduga Terkait Proyek

Teror Molotov ke rumah Pejabat Pemko Pekanbaru harus diungkap

Teror Molotov ke rumah Pejabat Pemko Pekanbaru harus diungkap

TEROR MOLOTOV - Rumah Shanti Rahmayanti alias Santi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru berlokasi di Jalan Gg Meranti No 09 RT 001 RW 003 Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payung Sekaki | Beritariau.com 2017

Beritariau.com, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berharap pelaku pelemparan molotov di kediaman salah satu pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Pekanbaru diungkap oleh kepolisian.

"Kami sangat berharap pihak kepolisian dapat mengusut dan mengungkap motif pelemparan molotov ke rumah pejabat kita," kata Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Azwan, Jumat (01/09/17).

Ia juga meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas motif teror serta meminta Polisi dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru meningkatkan pengawasan, terutama objek dan aset pemerintah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan polisi dan Satpol PP untuk meningkatkan kewaspadaan di kantor pemerintah maupun pada pejabat, termasuk rumah pejabat," ujarnya.

Permintaan itu menyusul dua kali insiden teror molotov yang menimpa kediaman pejabat Pemko Pekanbaru. Sebelumnya, kata Azwan, insiden serupa menimpa di kediaman pribadi Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer di tahun ini.

"Ini sudah dua kali, kemarin di rumah Pak Sekko juga molotov," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Lebih jauh, saat disinggung motif pelemparan molotov tersebut, Azwan tak bersedia menanggapinya lebih jauh.

Namun, dari informasi yang diperoleh, aksi itu diduga kuat karena konflik proyek antara pemerintah dan pengusaha. Azwan tidak menampik jika aksi teror tersebut berkaitan dengan hal tersebut.

"Saya tidak tahu motifnya, boleh jadi itu (terkait proyek). Biarlah diurai oleh polisi," jelasnya.

Terlebih lagi, informasi sementara yang ia terima, Shanti yang merupakan korban teror itu pernah mendapat teror sebelum aksi pelemparan molotov tersebut.

"Informasinya dia pernah mendapat teror di kantor (sebelum insiden molotov). Tapi biar polisi yang mengungkapnya," tutupnya.‎

‎Sebelumnya diberitakan, aksi teror terjadi di rumah seorang Pejabat Pemko Pekanbaru.

Rumah milik Shanti Rahmayanti alias Santi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru, Rabu (30/08/17), dini hari sekitar pukul 04.30 wib, dimolotov orang tak dikenal (OTK).‎

Atas kejadian ini, kepolisian masih  melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. "Kasusnya masih diselidiki Polsek Payung Sekaki dan Satreskrim Polresta Pekanbaru," kata Waka Poltesta  AKBP Edy Sumardi‎, Rabu sore. 

Rumah Santi berlokasi di Jalan Gg Meranti No 09 RT 001 RW 003 Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payung Sekaki. "Kita belum tahu apa motif dimolotovnya rumah korban tersebut," tambah Edy.‎‎

Berdasarkan laporan, aksi teror ini diketahui Santi saat dirinya ‎sedang berada di Jakarta, tepatnya di Bandara Soekarno Hatta dengan tujuan untuk pulang ke Pekanbaru. Tiba-tiba, ditelepon oleh suaminya, Welly Herlambang, yang waktu itu sedang berada dirumah.‎

"Suami korban mengatakan bahwa teras depan rumah dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, mengakibatkan lantai teras rumah, dinding dan pintu rumah korban menjadi terbakar dan hitam," jelas Edy.‎

Hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan bekas botol sirup botol merek Kurnia yang diisi dengan bahan bakar minyak bensin, kemudian ditutup menggunakan kain bekas sebagai sumbunya.‎

Akibat peristiwa itu korban mengalami kerugian lebih kurang Rp8 juta dan melaporkan kejadian pembakaran tersebut ke Polsek Payung Sekaki untuk di proses lebih lanjut. [red]‎‎‎