Bakso mengandung Babi di Pekanbaru boleh jualan, Warga dibuat bingung
MEKAR - Bakso Mekar di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru. BBPOM menyatakan bahwa bakso yang dijual di warung bakso ini mengandung daging babi. (foto: tribunpekanbaru.com)
Beritariau.com Pekanbaru - Warga Pekanbaru dibuat bingung dan resah atas keluarnya surat dari dua instansi berbeda, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dan Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, menyusul kembali beroperasionalnya Bakso Mekar yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru.
Sebelumnya, Bakso Mekar di Jalan Ahmad Dahlan sempat direkomendasikan oleh BBPOM Pekanbaru untuk diberhentikan aktivitasnya sementara karena dalam baksonya terdeteksi Fragmen DNA Spesific Porcine (babi).
Namun, hasil analisa ilmiah tersebut dimentahkan dengan surat Dinas kesehatan Nomor 443.5/Dinkes-PL/40 tentang pencabutan sanksi yang ditujukan kepada pimpinan TPM Bakso Mekar Jalan Ahmad Dahlan.
Menanggapi hal itu, Rahma, warga Panam Pekanbaru mengaku bingung meskipun operasional itu sudah kembali beraktivitas seperti biasanya, Rahma yang pernah mengkonsumsi Bakso Mekar selama bertahun-tahun dan menjadi pelanggan setia Bakso Mekar tersebut, hingga saat ini tak ingin makan bakso lagi karena trauma.
"Apapun lah namanya sepertinya saya sudah tidak minat lagi makan bakso. Bahkan terhadap makanan siap saji sekalipun," Kata Rahma, saat dikonfirmasi beritariau.com, Sabtu (02/09/17).
Senada juga diungkapkan oleh Sari, Warga Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Pecinta bakso beranak itu juga mengaku trauma dan sudah sepekan tak lagi mengkonsumsi bakso.
"Sebagai warga tentu saja saya resah. Kalau memang iya (bakso babi,red) diperjelas sama pemerintah, mana yang betul. Sebagai warga saya khawatir, sampai tak pernah lagi makan bakso, gara-gara kasus itu (bakso mekar,red)," terangnya.
Nama Bakso Mekar di Pekanbaru, tiba-tiba menjadi fenomenal setelah BBPOM Pekanbaru mengumumkan adanya olahan daging babi dalam Bakso yang dijual.
Keputusan itu tercantum dalam surat nomor R-IN.07.06.843.08.17.1697 dari sampel yang diambil pada 31 maret 2017 dengan nomor kode sampel 147/TPS/I/PBB/IV/2017 yang menggunakan dengan metode analisa MA PPOMN 42/BT/13, tidak memenuhi syarat karena terdeteksi fragmen DNA spesifik porcine (babi).
Warganet, di akun Agus Slamet Riyadi dalam kolom komentarnya di beritariau.com mengaku dibuat bingung dari hasil dua silang pendapat antara BBPOM Pekanbaru dan Diskes Pekanbaru yang dimuat dalam pemberitaan.
TANGGAPAN WARGANET - Netizen dibuat bingung dengan keputusan beda instansi soal Bakso Mekar Pekanbaru yang diklaim mengandung babi dari hasil uji sample BBPOM Pekanbaru | Istimewa
"Kelihatannya seperti ada pertentangan BPOM dan DINKES, namun jika ditelisik lagi tidak ada pertentangan. BPOM benar, DINKES juga benar sesuai perannya. Mangandung babi tidak sama dengan tidak hygiene kan? Saya menyimpulkan ini bakso tidak layak untuk yang tidak makan babi dan layak untuk yang makan babi," tulis Agus dalam komentarnya.
Keresahan juga dialami oleh Warganet lainnya, Ramdhani Hasan. Keputusan perbedaan dari dua instansi berbeda itu membuat dia berhenti makan bakso.
TANGGAPAN WARGANET - Netizen dibuat bingung dengan keputusan beda instansi soal Bakso Mekar Pekanbaru yang diklaim mengandung babi dari hasil uji sample BBPOM Pekanbaru | Istimewa
"Kita yang muslim gak usah makan. Gitu aja menyikapinya,"
Akun Eti Nurhayati, "Bagi muslim yang tau pasti gal akan beli, masalahnya muslim yang gak tahu, kalau bakso disitu mengandung babi, tentu jadi masalah," ucapnya.
Akun Zg Beza menulis "Kalau ada daging babi berarti itu bakso khusus yang makan daging babi aja. Namanya bakso daging babi, jadi ngga usah ngacok dan ribut," tulisnya.
Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, meradang dan akan menempuh akan menempuh jalur hukum terkait adanya akun Media Sosial (Medsos) instagram @pkucity yang melakukan tudingan pencemaran nama baik terhadap kesalahan BBPOM melakukan kesalahan uji sample.
"Saya masih konsultasi ke tim hukum kami," Kata Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Khasuri, kepada beritariau.com
Dia mengaku, belum dapat memberitahukan kapan pastinya upaya hukum tersebut akan dilakukan. Mengingat, langkah itu akan terus dilakukan kajian matang menanggapi tudingan opini publik yang tidak mendasar terhadap BBPOM Pekanbaru.
"Apakah kami akan mengambil langkah hukum, lihat saja nanti," ucapnya singkat.
Akun medsos instagram @pkucity, Rabu (30/08/17) kemarin merilis bahwa BBPOM Pekanbaru telah keliru dan salah dalam melakukan uji sample temuan B2 (babi) di Bakso Mekar Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru.
POSTING OPINI - Akun Instagram @pkucity menyebutkan bila BBPOM Pekanbaru telah keliru dan salah dalam melakukan uji sample temuan B2 (babi) di Bakso Mekar Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru | Istimewa
Akun ini juga menyebut bila BBPOM Pekanbaru telah menggelar pertemuan tertutup pada 29 Agustus 2017 lalu serta menyampaikan permintaan maaf terkait kesalahan hasil uji sample lab Bakso Mekar yang postif mengandung fragmen DNA spesifik porcine (babi) yang diuji.
BBPOM Pekanbaru sendiri mengaku tidak terlalu khawatir dengan tudingan yang diunggah salah satu akun instagram itu. Ia percaya masyarakat Pekanbaru cerdas dalam menilai hal ini.
Sebagaimana diberitakan, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mengizinkan bakso Mekar yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, beroperasional kembali. Keputusan itu, mementahkan hasil analisa ilmiah dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru.
Pelaksana Harian Kepala BBPOM Pekanbaru, Adrizal, saat dikonfirmasi Rabu (30/08/17) malam, mengaku tidak tahu kalau ada surat dari Diskes Pekanbaru yang membenarkan usaha Bakso Mekar tersebut, dibuka kembali untuk umum.
"Saya tak bisa komentar soal surat Diskes Pekanbaru itu. Karena saya tak ada terima surat itu (rekomendasi operasional,red)," Kata Adrizal.
Dia menyebut bahwa hasil uji sampel yang dilakukan terhadap usaha Bakso Mekar di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru, adalah benar tanpa ada kepentingan lain dari hasil sampel yang diuji.
"Itu uji sampel (bakso babi,red) benar-benar kami lakukan. Itu bukan main-main. Mau main-main bagaimana. Gini ajalah kalau memang mereka (bakso Mekar,red) merasa benar, silahkan gugat, kita siap," ucapnya menantang. [bam]

