Tekan angka Lakalantas, Polda Riau luncurkan Program Keselamatan

Tekan angka Lakalantas, Polda Riau luncurkan Program Keselamatan

Penyerahan Hadiah - Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Saat Acara Launcing Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan 2017 di area Car Free Day (CFD) Jalan Diponegoro Pekanbaru, Minggu (30/07/17) pagi

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mencatat, sepanjang tahun2017 terjadi sebanyak 645 kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan sedikitnya 366 warga meninggal dunia dan 227 korban mengalami luka berat.

"Untuk menekan angka laka lantas itu, maka kita meluncurkan Program Tahun Keselamatan 2017," ujar Kapolda Riau Irjen Zulkarnain Adinegara saat acara pencanangan Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan 2017 di area Car Free Day (CFD) Jalan Diponegoro Pekanbaru, Minggu (30/07/17) pagi.

Launching program ini kemas dalam sebuah acara festival peragaan busana yang bahan bakunya berasal dari barang barang bekas.

Kemudian didaur ulang atau Recycle Fashion Festival (RFF) yang berlangsung di areal Car Free Day, Jalan Diponegoro-Gajahmada Pekanbaru.

Launching itu dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman serta ribuan warga Kota Pekanbaru.

"Kegiatan seperti ini sangat efekfit untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar mementingkan keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya saat berkendara," kata Zulkarnain.

Data Ditlantas Polda Riau menyebutkan, sepanjang tahun 2017 hingga hari ini terjadi sebanyak 645 kejadian dan 366 warga meninggal dunia di jalan raya. Sebanyak 227 mengalami luka berat.

Namun jika dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan kasus lakalantas di Riau. Ini menunjukkan upaya upaya pencegahan atau preentif dan edukatif membuahkan hasil.

"Kita melakukan upaya preentif dan edukatif dengan cara menjadi Irup (Inspektur Upacara) di sekolah sekolah sekaligus menyampaikan pesan keselamatan dalam berkendara," kata Zulkarnain.

Menurutnya, untuk menimbulkan kesadaran tentang keselamatan berkendaraan kepada masyarakat terutama yang tinggal di pedesaan dirasakan cukup sulit.

Sebab, lanjut Zulkarnain, para pelajar dari Sekolah Dasar hingga SMA di pedesaan sudah diberikan kendaraan oleh orangtuanya.

"Peran orangtua sebenarnya sangat efektif untuk menimbulkan kesadaran betapa pentingnya berkeselamatan berkendaraan," jelas Zulkarnain. [red]‎‎