Pasca Kimteng Ditutup
DPRD: kenapa Walikota Pekanbaru tak lapor ke Polisi bila keracunan
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Yose Saputra, menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, yang menutup tempat usaha Kedai Kopi Kimteng di Kota Pakanbaru, pasca dugaan keracunan yang dialami oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT.
Menurut politisi dari Partai Golkar ini, ada sesuatu hal yang mengganjal usai kedai Kopi yang namanya sudah mancanegara dan menjadi ikon Kota Pekanbaru itu tiba-tiba ditutup. Diketahui, ada tahapan prosedur hukum yang tidak dilalui.
"Walikota Pekanbaru mengaku keracunan dan muntah-muntah akibat konsumsi roti Kimteng. Kok tidak ada laporan resmi ke polisi atas nama yang bersangkutan. Harusnya dilaporkan resmi biar diproses secara hukum. Ini main asal cabut izin tanpa prosedur," tegas Yose, kepada wartawan, saat dikonfirmasi Minggu (30/07/17).
Akibat kebijakan Walikota Pekanbaru Firdaus MT menutup izin operasi Kedai Kopi Kimteng saat ini, puluhan pegawai menganggur. Tentunya ini menjadi preseden buruk terhadap ekonomi yang ada di Kota Pakanbaru.
"Banyak warga yang kehilangan rezeki dari dampak penutupan itu, mulai dari tenaga kerja di kedai itu, tukang parkir di sekitarnya, tukang lontong dan penjual makanan kecil lainnya," ketusnya.
Dia menyalahkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bagus dalam melakukan pengawasan di setiap restoran dan usaha kuliner yang ada di Kota Pekanbaru.
"Apa memangbbenar ada makanan yang tak layak konsumsi di Kedai Kopi Kimteng itu? Diskes harusnya melakukan pengawasan sejak awal, artinya pengawasannya yang lemah, apakah hanya Kimteng saja yang begitu, semua waralaba itu juga perlu ada pengawasan" ucap Yose.
Sebelumnya juga anggota DPR RI Lukman Edy menyampaikan kekecewaanya pasca keputusan sepihak dari Kedai Kopi Kimteng Pekanbaru. Bahkan, politisi PKB ini mendengar langsung keluhan pedagang kecil disekeliling Kimteng kehilangan omset jutaan rupiah. Menurutnya, pedagang mie ayam, tukang sop ikan, tukang otak-otak dan tukang parkir bergantung dari operasional Kimteng.
Lukman Edy yang akrab disapa LE ini menyarankan hendaknya Pemko Pekanbaru untuk lebih bijak menyikapi persoalan tersebut.
"Kalau ada yang kurang, misal bikin sakit perut, kita ingatkan aja ke tukang kedai ini (Kimteng Red) untuk memperbaikinya. Pemko wajib membina bukan membinasakan," ungkap LE
Menurutnya, kedai kopi Kimteng ini ciri khas wisata kuliner warga Kota Pekanbaru. Selain itu juga Kedai Kopi Kimteng ini juga menyerap lapangan pekerjaan baik dari sektor formal maupun informal sekitaran tempat beroperasinya.
"Mereka berusaha dan berwiraswasta tak pernah minta bantuan pemerintah, inisiatif sendiri serta tak pernah menyusahkan Pemko Pekanbaru. Sudah puluhan tahun beroperasi, belum ada pula orang yang meninggal karena menyeruput kopi di Kedai Kopi Kimteng," ujarnya
Disebutkan LE lagi bahwa pemilik Kimteng itu merupakan salah seorang veteran perang kemerdekaan NKRI. Untuk itu, dia berharap Wali Kota Pekanbaru harus menimbang sebelum memutuskan.
"Sekali lagi, saya berharap Pak Walikota, segera buka segelnya. Sambil ikut duduk-duduk ngopi di sini. Ini penting untuk menimbulkan kesan ikon kuliner Pekanbaru dan menunjukkan Kimteng ini memang layak,'' pungkasnya. [bam]

