Pencurian Marak di Dumai, Kapolda Perintahkan Tingkatkan Pengamanan

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Aksi kejahatan di Kotamadya Dumai semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, dalam sehari 5 aksi pencurian yang merugikan masyarakat mencapai hingga ratusan juta rupiah kerap terjadi.
"Dari lima kasus pencurian yang terjadi di Dumai empat di antaranya merupakan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang kesemuana terjadi pada, Rabu (8/10/14) kemarin," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Kamis (9/10/14).
Data di kepolisian menyebutkan, sebelum 5 kasus pencurian dalam sehari itu, satu kasus pencurian juga terjadi pada, Selasa (7/10) di Rumah Makan Nan Kanduang Jalan Cempedak Rimba Sekampung Kota Dumai. Sekitar pukul 05.30 WIB, rumah makan ini dibobol maling.
Dua maling yang sudah berhasil ditangkap polisi ini, dalam aksinya dini hari itu berhasil masuk ke dalam rumah makan milik Almaifaizal itu dengan cara membongkar pintu samping dapur dan membawa kabur tabung gas elpiji ukuran 12 Kg milik rumah makan itu.
Dan untuk 5 kasus pencurian terjadi pada Rabu (8/10/14). Pencurian pertama terjadi di Terminal Barang, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Batrem, Dumai Timur.
Pelaku yang diduga sebagai karyawan dari CV Buana Raya beraksi membawa kabur satu unit mobil tanki berisikan 16 ton CPO milik perusahaan. Akibat pencurian tersebut pihak perusahaan sebagai korban mengalami kerugian mencapai Rp328 juta.
Pencurian selanjutnya kembali terjadi di hari yang sama, sekitar pukul 05.00 WIB, di Gang Karya I, Kelurahan Bulu Kasap, Dumai Timur. Mina Warti (42) seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) terkejut ketika terbangun dari tidurnya melihat pintu dapur rumahnya dalam kondisi rusak terbuka.
Merasa sudah kemalingan, IRT ini lantas mengecek harta bendanya yang ada di dalam rumah. Ternyata benar saja, korban menemukan satu unit sepeda motor jenis matik serta 3 unit telepon genggam miliknya sudah lesap dari dalam rumah. Akibat kejadian ini, IRT tersebut mengalami kerugian sekitar Rp25 juta.
Masih di hari yang sama, sekitar pukul 22.00 WIB, pencurian kembali terjadi di Dumai. Pelaku pencurian beraksi di salah satu rumah milik Arifin (21) di Jalan Siak, Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ikhsan, Dumai Barat.
Pelaku melancarkan aksinya dengan cara membobol pintu rumah pelaku mengobok-obok isi rumah korban dan akhirnya memilih satu unit tabung gas ukuran 3 Kg dan satu unit telepon genggam milik korban untuk dibawa kabur.
Kerugian akibat pencurian ini diperkirakan mencapai Rp350 ribu.
Pelaku pencurian masih kembali terjadi, setelah mebongkar rumah warga.
Rabu (8/10) kemarin itu, pelaku juga beraksi membongkar toko penjualan telepon seluler (ponsel) Media Smart Ponsel di Jalan Jendral Sudirman, Teluk Binjai, Dumai Timur.
Pihak konter ponsel baru mengetahui tokonya dibobol maling ketika seorang karyawan yang datang pada sekitar pukul 08.00 WIB untuk bekerja terkejut melihat isi dalam toko berantakan dan menemukan sebanyak 15 unit telepon genggam berbagai merek di dalam etalase hilang.
Dalam laporannya, toko ponsel ini mengaku merugi sekitar Rp15 juta.
Aksi pencurian terakhir di hari Rabu di willayah hukum Polres Dumai itu terjadi dialami Febri (27) seorang anggota polisi. Rumahnya yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman, Gang Manggis, Kelurahan Bintan, Dumai Timur.
Anggota polisi itu hanya bisa gigit jari setelah rumah berhasil dibobol maling, smartphone seharga Rp3 Juta miliknya raib dicuri. Pelaku diketahui mencuri barang berharga milik korban dengan menggunakan kayu balok panjang membobol jendela kamar korban.
Menanggapi aksi pencurian yang mengancam situasi kamtibmas di Kota Dumai ini, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan melalui Kabid Humas AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, saat dikonfirmasi, Kamis (9/10/14) menyampaikan sesuai instruksi Kapolda meminta seluruh satuan kerja wilayah di jajaran Polda Riau setingkat Polres sampai ke Polsek-polsek untuk meningkatkan pengamanan di wilayah kerjanya.
"Kapolda sudah mengintruksikan agar melakukan antisipasi dengan meningkatkan pengamanan dan menindak lanjuti laporan kasus dengan bentuk mengungkap kasus," jelas Guntur. [Pan]

