Soal permintaan Kadiskes dicopot, Helda: saya jalankan kegiatan seperti air mengalir
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Kepala Diskes Pekanbaru, drg Helda S Munir, menanggapi dengan santai permintaan legislator yang ingin dirinya dicopot karena dinilai tidak mampu dalam menanggapi menekan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi di Kota Pekanbaru.
"Saya jalankan kegiatan seperti air mengalir. Itu (pencopotan,red) tergantung evaluasi dari pimpinan, selebihnya saya serahkan kepada Allah SWT," kata Helda, kemarin.
Dia mengklaim, kegitan yang dijalankannya telah dilakukan secara maksimal ditengah APBD Pekanbaru yang saat ini tengah mengalami defisit. Apa yang dijalankan, tentunya melalui proses tahapan penilaian terlebih dahulu.
"Yang penting loyalitas dan pekerjaan tetap dikedepankan. Penilaian kinerja, biar pimpinan langsung yang menilai," ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Marlis Kasim, meminta Wali Kota kembali meninjau ulang SK kepala dinas kesehatan. Pernyataan itu menyusul tindakan yang lamban dalam melakukan penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dilapangan.
Politisi PKB ini menilai Kadiskes Pekanbaru, drg Helda S Munir gagal dalam menjalankan kinerjanya dalam melayani kesehatan di tengah masyarakat.
"Kepala Diskes sudah gagal karena tidak peduli dengan kesehatan masyarakat," cetus Marlis.
Dari data yang dikeluarkan oleh Diskes Pekanbaru, hingga minggu ke 28 tahun 2017 saat ini, sebanyak 386 kasus DBD tersebar di 12 kecamatan. Rincian itu diantaranya, Kecamatan Sukajadi 15 orang, Senapelan 28 orang, Pekanbaru Kota 19 orang, Rumbai Pesisir 17 orang, Rumbai 26 orang, Limapuluh 22 orang, Sail 3 orang, Bukit Raya 62 orang, Marpoyan Damai 49 orang, Tenayan Raya 51 orang, Tampan 50 orang dan Payung Sekaki 44 orang.
Dalam menangani tindakan DBD, Diskes mengaku baru akan bertindak melakukan penanganan DBD setelah melakukan penyelidikan etiomologi sesuai SOP terlebih dahulu. [bam]

