Jamaah Haji Pekanbaru diminta terapkan pola hidup sehat

Jamaah Haji Pekanbaru diminta terapkan pola hidup sehat

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Untuk mengantisipasi wabah kolera yang merebak di Yaman, jamaah haji kota Pekanbaru diminta agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Drg Helda S Munir melalui Yanti Kabid Pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Pekanbaru, mengatakan bahwa hal utama yang bisa dilakukan dengan cara mencuci tangan memakai sabun.

"Kolera bisa dicegah dengan menerapkan PHBS, misalnya dengan selalu cuci tangan memakai sabun, minum air yang dipastikan bersih, dan tidak makan makanan basi. Ya cuci tangan dengan sabun, itu penting sekali. Hal kecil tapi penting. Untuk minum, air minum kemasan tertutup itu baik," Jelas Yanti, Jum'at (28/07/17)

Ia berharap menjelang keberangkatan jamaah gelombang pertama nanti, semua pemangku kepentingan membantu terus edukasi kesehatan. Agar jamaah tahu apa yang harus mereka lakukan.

Pembinaan kesehatan oleh tenaga kesehatan sendiri sudah setahun dilakukan. Namun, penyuluhan dan informasi kesehatan tidak bisa hanya sekali. Ini harus dilakukan semua pemangku kepentingan, terutama edukasi soal PHBS.

Yanti juga mengungkapkan bahwa dalam Permenkes 15 Tahun 2016 tentang istithaah kesehatan jemaah haji sudah jelas apa yang harus dilakukan mulai dari terkait serangan panas (heat stroke), zika, Mers, dan lain-lain.

"Tapi kami butuh komponen di luar kesehatan yang membantu mengedukasi jamaah soal PHBS terutama pentingnya cuci tangan menggunakan sabun," Terangnya lagi.

Kurang dari sepekan pemberangkatan jamaah pertama, Yanti berpesan beberapa hal. Pertama, ia meminta jamaah meningkatkan kondisi kesehatan.

Bagi jamaah yang mempunyai masalah kesehatan, obat jangan sampai tertinggal dan pastikan ada di tas kecil yang mudah dijangkau. Laporkan penyakit secara jujur ke dokter kloter dan jangan menutupi sakit. Banyak konsultasi ke dokter.

Kedua, tiap akan ke masjid atau beraktivitas, jamaah harus sarapan dulu. Hal ini terkesan kecil, tapi dampaknya besar. Perbanyak juga konsumsi buah.

Ketiga, hindari paparan matahari langsung dengan memakai payung, handuk basah di kepala, menggunakan masker agar terhindar dari ISPA atau debu pemicu alergi.

Bagi jamaah dengan gangguan pada jantung, jangan beraktivitas berlebihan. "Ingat, haji adalah Arafah. Jangan sampai sakit sebelum Arafah," Jelasnya.

Ia juga mewanti-wanti agar jamaah tidak beraktivitas tidak penting. Penting bagi jamaah mengukur kemampuan diri. Bila lelah, segera istirahat. Terakhir, ia menyarankan agar antar anggota kelompok untuk saling mengingatkan menjaga kesehatan.

Sementara itu untuk pemberangkatan jamaah calon haji (JCH) kota Pekanbaru Kasi Haji Kementerian Agama kota Pekanbaru Defizon mengungkapkan, bahwa sebagian jamaah kloter pertama akan diberangkatkan tanggal 30 juli nanti.

"Ada 4 kloter diantaranya kloter 2, 3, 16 dan 18. Dimana gelombang pertama akan diberangkatkan tanggal 30 Juli 31 Juli, 1 Agustus, 13 Agustus dan 15 Agustus nanti," Jelasnya.

Dimana semua jemaah calon haji dikatakannya akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Hang Nadim kota Batam Kepulauan Riau. [red]