Selingkuh Dengan Sesama Dosen
Aimak ! Dipergoki Selingkuh, Dosen UNRI Ini Malah Tampar Istri Didepan Warga

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Nama baik kampus Universitas Riau (UNRI) kembali tercoreng. Berperilaku amoral, seorang dosen bernama Dr Awitdrus yang tertangkap basah oleh istrinya saat memadu kasih dengan seorang dosen wanita, Dr RF, rekannya sekerjanya, malah tega menganiaya istrinya itu. Merasa terluka karena telah dikhianati bahkan dianiaya, Susilawati (42) melaporkan suaminya itu ke Polresta Pekanbaru.
"Laporan korban sudah diterima, dan sudah dimintai keterangannya, untuk proses lanjutan, sang terlapor (Dr Awitdrus) akan diperiksa," terang Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Rabu (8/10/14).
Susilawati melaporkan suaminya Dr Awitdrus pada Selasa (7/10/14) kemarin terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kecurigaan sang istri sudah berlangsung lama. Sejak 1,2 tahun lalu, Dr Awitdrus jarang pulang kerumah, sang istri mendapat informasi bahwa suaminya diduga telah bercinta dengan rekan seprofesinya, dosen wanita di UNRI.
Selanjutnya, sang istri mulai melacak keberadaan Awitdrus. Belakangan diketahui, sang suami kerap bertemu selingkuhannya itu di Perum BRP Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.
Tanpa pikir panjang, Susilawati langsung mendatangi alamat itu pada Minggu (5/10/14), untuk memastikan informasi itu. Setelah tiba, hati Susilawati berkecamuk dan terasa hancur berkeping0keping melihat suaminya, Dr Awitdrus berada dirumah dosen wanita yang diduga selingkuhannya itu.
Namun, kedatangan Susilawati bukan membuat Dr Awitdrus takut. Sambutan kekerasan pun dilayangkan Awitdrus kepada istrinya dengan menampar korban tepat dibagian bibir, sehingga mengeluarkan darah.
Padahal, saat itu sejumlah warga bersama Ketua Rukun Tetangga (RT) ikut menyaksikan pemergokan yang dilakukan istrinya. Sedih dan kecewa berbaur dipikiran Susilawati. Tak terima akan perbuatan sang suami, korban lalu melaporkan suaminya ke Polresta Pekanbaru, Selasa (7/10/14) kemarin.
Rektor UNRI Profesor Aras Mulyadi, membenarkan Dr Awitdrus merupakan dosen di kampus negeri itu. "Ya benar dia dosen kami, terkait kasus ini saya baru dengar, jika memang itu benar terjadi, yang bersangkutan akan diproses di bagian administrasi kepegawaian Kampus," jelas Aras.
Informasi yang dirangkum, belakangan ini, nama besar Universitas Riau tercoreng dengan sejumlah kasus pidana yang melibatkan dosen maupun pegawainya.
Seperti contohnya penipuan calo penerimaan Mahasiswa fakultas Kedokteran UNRI yang dialami calon mahasiswa anak dari Yandra. Kasus ini melibatkan Dosen bernama Herman Mokhtar yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polsek Tampan.
Terhadap kasus penipuan ini, Rektor UNRI Aras Mulyadi membantah ada namanya disebut oleh tersangka Herman Mokhtar. Menurutnya tak ada hubungan kasus ini dengan dirinya. "Tidak benar ada dugaan keterlibatan saya dalam kasus ini," katanya.
Tak hanya itu, kasus pidana penipuan dengan modus perbaikan nilai bersyarat, kasus ini dilaporkan ke Polresta Pekanbaru oleh beberapa mahasiswa UNRI yang mengaku ditipu oleh seorang yang mengaku staf administrasi bernama Thomas Mahardika. Kasus ini mendapat perhatian serius dari rektor, namun pihak kampus tak ada menemukan nama Thomas dalam daftar pegawai UNRI.
"Dia (Thomas Mahardika), bukan dosen maupun pegawai kami, sudah saya tanya ke bagian kepegawaian dan staf lainnya, kami tidak mengenal yang bersangkutan," jelas Aras. [pan]

