Dijanjikan lulus Akpol, korban di Pekanbaru rugi Rp212 juta

Ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Seleksi Taruna dan Taruni Akademi Polisi Tingkat Daerah Riau yang digaungkan dengan slogan "Betah" bersih, transparan, akuntabel dan humanis sedikit ternoda oleh ulah penembak di atas kuda.
Pelaku, warga biasa yang mengaku bisa meluluskan seseorang dalam seleksi tingkat Riau. Padahal Panitia seleksi, Polda Riau juga sudah membuat nota kesepahaman dengan peserta dan keluarga agar prosesnya bersih. Dalam hal ini untuk tidak percaya oknum polisi maupun orang lain yang mengaku bisa meluluskan seseorang.
Namun masih saja ada yang percaya ada yang bisa meluluskan ini. Seperti halnya yang dilaporkan korban ke Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Kamis (06/07/2017) lalu.
Korban mengaku telah dirugikan Rp212 juta oleh pelaku yang mengaku bisa meluluskan adiknya yang ikut seleksi Taruni Akpol.
Penipuan dilakukan pada sekitar sebulan lalu Senin (3/6) di Jalan Sembilang, Kecamatan Rumbai Pesisir. Korban perempuan FT (24) dan diduga penipu adalah Laki-Laki HD (50), warga yang menjanjikan bisa meluluskan adik korban WW.
Korban telah mengirim uang kepada pelaku yang baru dikenal beberapa kali baik secara kontan maupun transfer. Itu sebagai uang pelicin untuk adik korban bernama WW masuk Taruni Akpol di Semarang.
"Tetapi hingga kini ternyata adik korban tidak lulus dan telah gugur di kesehatan Tingkat daerah Polda Riau," kata Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto melalui Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat, Ipda Dodi Vivino, Jumat (07/07/2017).
Hingga akhirnya pada 17 Juni lalu diumumkan hanya ada sebanyak 11 orang yang dinyatakan lulus terpilih sebagai calon taruna Akpol dari seleksi panitia tingkat daerah di Riau. 11 siswa terpilih ini karena hanya itu kuota yang diberikan ke Riau.
Sebenarnya ada sebanyak 27 siswa berhasil lolos, namun karena kuota 11 orang saja terdiri dari 10 pria dan satu wanita dipilih. 11 orang itu hasil ranking dari 300 siswa yang mendaftar dari Riau.
Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain pada sidang kelulusan itu mengatakan bahwa sebelum pengumuman calon taruna Akpol ini, Polda Riau telah melakukan seleksi terhadap para peserta secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Karena, lanjutnya di tingkat eksternal dan internal, sudah ada yang mengawasinya.[bas]

