Diduga Masih Saudara Oknum Anggota DPRD Pekanbaru

Aksi pengerusakan rumah dipicu perkelahian sesama tetangga

Aksi pengerusakan rumah dipicu perkelahian sesama tetangga

BARANG BUKTI - Kondisi Rumah Ken Worth (40) Yang hancur Dirusak oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Lembaga Bantuan Hukum Tuah Negeri Nusantara (LBH TNN) kuasa hukum Ken Worth Simare Mare, mengungkapkan aksi dugaan pengerusakan rumah tersebut, dipicu perkelahian dengan tetangga korban hingga menyebabkan RL yang juga tetangga Ken Worth mengalami luka lecet di tubuhnya.

"Pada malam itu dilakukan penangkapan dan penahanan yang dipimpin Kapolsek. Ditetapkanlah tersangka. Itu karena korban ternyata masih saudara salah seorang anggota DPRD Pekanbaru yang pada saat penangkapan juga turut hadir," kata Kuasa hukum Ken Worth Simare Mare dari LBH TNN, Dedi Harianto Lubis SH, kepada wartawan, Rabu (17/05/17) malam.

Dia mengungkapkan, dalam proses keadilan, ada terjadi upaya diskriminasi. Dimana, pemicu awal dua orang yang berkelahi dengan tangan kosong, menyebabkan pengerusakan rumah klien nya secara beramai-ramai dengan menggunakan senjata tajam.

"Kita berharap pihak kepolisian dapat bekerja secara professional, peristiwa ini sudah terjadi lebih dari satu bulan dan disaksikan oleh salah seorang anggota kepolisian, saksi-saksi sudah diperiksa, terlapor sudah diperiksa, sudah olah TKP, sudah gelar perkara, tapi  kenapa belum ada penetapan tersangka apalagi penahanan," tegasnya.

Pihaknya meminta, Kapolsek Payung Sekaki, jangan melakukan upaya diskriminasi. Apapun penyebabnya, tidak dibenarkan orang lain mengganggu kediaman orang lain.

"Kita mendukung aparat kepolisian memproses para pelaku (pengerusakan,red) tersebut. Dan kita hanya memperjuangkan hak-hak hukum korban bukan hal lain, karena sampai saat ini belum ada penetapan tersangka yang kita tahu" pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa itu bermula saat sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba mendatangi rumah Ken Worth Simare Mare, Sabtu (08/04/17) malam, sekitar pukul 19.00 Wib. 

Sekelompok orang tak dikenal itu, tiba-tiba mengamuk dan ribut di rumahnya dengan membawa senjata tajam berupa parang, linggis, palu dan senjata tajam lainnya.

Tanpa basa-basi, secara membabi buta langsung merusak rumah Ken Worth yang hanya terbuat dari papan hingga hancur.

Pada saat pengerusakan itu, Ken Worth tidak berada ditempat dan sedang berada diluar rumah. Aksi pengerusakan oleh kelompok orang tak dikenal itu disaksikan langsung oleh istri dan 3 orang anak Ken Worth yang masih kecil-kecil berusia 8 dan 9 tahun hingga membuat anaknya menangis histeris.

Ken Worth yang mendapat kabar tak baik itu, langsung bergegas pulang ke rumah. Saat pulang ke rumah, dia hanya terpaku melihat rumahnya dihancurkan oleh sekelompok orang tak dikenal. Dalam pengakuannya di laporan, saat kejadian itu, ada Bhabinkamtibmas berinisial DS yang menyaksikan aksi pengerusakan itu.

Korban mengaku saat itu Bhabinkamtibmas hanya duduk diatas motor menyaksikan peristiwa tersebut dan tidak melakukan apa apa, bahkan ken worth sempat meminta Bhabinkamtibmas untuk melarang para pelaku namun tidak direspon.

Mengaku tidak mendapat keadilan, Ken Worth memilih untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat yang berwajib. Namun malang nasibnya, petugas kepolisian yang dijumpainya di Mapolsek Payung Sekaki menolak untuk menerima laporannya pada malam itu.

Ken Worth berusaha kembali membuat laporan atas kejadian tersebut namun, hasil yang didapat berbuah penolakan dari kepolisian. Dan pada tanggal 10 April 2017 Ken Worth bisa mendapatkan haknya untuk membuat laporan, namun sampai pada tanggal 20 April 2017 laporannya tersebut tidak diproses oleh pihak Polsek Payung Sekaki. [bam]