Aksi Dugaan Pembiaran Pengerusakan Rumah

Oknum Bhabinkamtibmas, dilaporkan ke Propam Polresta Pekanbaru

Oknum Bhabinkamtibmas, dilaporkan ke Propam Polresta Pekanbaru

BARANG BUKTI - Kondisi Rumah Ken Worth (40) Yang hancur Dirusak oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Seorang anggota polisi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Sei Sibam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, berpangkat Brigadir berinisial DS, dilaporkan ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Pekanbaru.

DS resmi dilaporkan Ken Worth Simare Mare (40 tahun) dengan Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) nomor : STPL/01/V/2017/Propam, dengan didampingi Tim Kuasa Hukumnya Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) Tuah Negeri Nusantara, Selasa (16/05/17) malam, dan diterima oleh Divisi Propam Polresta Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, saat dikonfirmasi, Rabu (17/05/17) membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini katanya, kasus ini sedang dalam penyelidikan.

"Benar. Laporan sudah diterima dan masih didalami dengan meminta keterangan saksi dan barang bukti," kata Guntur.

Dijelaskannya, peristiwa laporan itu bermula saat sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba mendatangi rumah Ken Worth Simare Mare, Sabtu (08/04/17) malam, sekitar pukul 19.00 Wib. 

Sekelompok orang tak dikenal itu, tiba-tiba mengamuk dan ribut di rumahnya dengan membawa senjata tajam berupa parang, linggis, palu dan senjata tajam lainnya.

"Tanpa basa-basi, secara membabi buta langsung merusak rumah Ken Worth yang hanya terbuat dari papan hingga hancur," terang Guntur.

Pada saat pengerusakan itu, Ken Worth tidak berada ditempat dan sedang berada diluar rumah. Aksi pengerusakan oleh kelompok orang tak dikenal itu disaksikan langsung oleh istri dan 3 orang anak Ken Worth yang masih kecil-kecil berusia 8 dan 9 tahun hingga membuat anaknya menangis histeris.

"Karena panik, pada saat itu istrinya langsung menghubungi suaminya (Ken Worth)," jelasnya.

Ken Worth yang mendapat kabar tak baik itu, langsung bergegas pulang ke rumah. Saat pulang ke rumah, dia hanya terpaku melihat rumahnya dihancurkan oleh sekelompok orang tak dikenal. Dalam pengakuannya di laporan, saat kejadian itu, ada Bhabinkamtibmas berinisial DS yang menyaksikan aksi pengerusakan itu.

"Korban mengaku saat itu Bhabinkamtibmas hanya duduk diatas motor menyaksikan peristiwa tersebut dan tidak melakukan apa apa, bahkan ken worth sempat meminta Bhabinkamtibmas untuk melarang para pelaku namun tidak direspon," kata Guntur.

Mengaku tidak mendapat keadilan, Ken Worth memilih untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat yang berwajib. Namun malang nasibnya, petugas kepolisian yang dijumpainya di Mapolsek Payung Sekaki menolak untuk menerima laporannya pada malam itu.

Ken Worth berusaha kembali membuat laporan atas kejadian tersebut namun, hasil yang didapat berbuah penolakan dari kepolisian. Dan pada tanggal 10 April 2017 Ken Worth bisa mendapatkan haknya untuk membuat laporan, namun sampai pada tanggal 20 April 2017 laporannya tersebut tidak diproses oleh pihak Polsek Payung Sekaki. [bam]