Imigran di Pekanbaru Membludak, Rumah Penampungan Over Kapasitas

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Hingga kini, jumlah warga negara asing (WNA) yang menghuni Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Pekanbaru telah mencapai 250 orang. Jumlah ini diketahui telah melebihi kapasitas. Bahkan, diprediksi, jumlahnya akan bertambah setiap saat.
"Kondisi sekarang ini sudah sangat tidak layak karena terlalu padat," jelas Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kota Pekanbaru, Amran Aris, Sabtu (4/10/14) di Pekanbaru.
Dikatakannya, kondisi yang sama juga terjadi pada Rudenim Pekanbaru yang kini dihuni 43 WNI. Padahal, kapasitasnya hanya untuk 8 orang.
Atas kondisi yang memprihatinkan ini, pihaknya berharap Pemprov Riau bisa mencarikan jalan keluarnya dengan memberikan pinjaman tempat untuk menampung para pengungsi itu.
Disebutkannya, para pengungsi detasen imigrasi itu adalah pengungsi yang memerlukan tempat bernaung sebelum diterima di negara ketiga. Mereka berasal dari Afganistan, Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Kondisi melebihi kapasitas ini tak hanya dialami Imigrasi Pekanbaru saja, tapi hampir merata di seluruh Imigrasi Kelas I se-Indonesia. Bahkan, hal ini menjadi perhatian dari International Organization for Migrasi (IOM) yang berada di bawah United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
UNCHR adalah pihak yang mengurus para pengungsi itu sebelum diberangkatkan ke negara ketiga. Pengungsi itu diseleksi terlebih dahulu oleh UNHCR. Bila memenuhi persyaratan, mereka akan diberangkatkan ke negara tujuan. [red]

