Dari Razia Yang Dilakukan BNN Riau
Dewan minta, sindikat pengedar narkoba di Pekanbaru mesti diburu
Ilustrasi
Beritariau.com Pekanbaru - Ketua DPRD Pekanbaru, Sahril, berharap kepolisian segera menangkap sindikat penjual narkoba yang beroperasi di Kota Pekanbaru saat ini. Penegasan itu dia sampaikan usai, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, dibantu Polda Riau dan TNI, Sabtu, dini hari, kemarin, melakukan penindakan ditempat hiburan malam.
"Kita berharap penangkapan tersebut bisa menjadi awal terungkapnya sindikat bandar narkoba yang ada di Pekanbaru. Buru terus. Penyelidikan kita harapkan juga jangan sampai terputus," kata Sahril, kepada wartawan, saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, Senin (03/04/17).
Menurut politisi Golkar ini, dalam memerangi narkoba yang ada saat ini, perlu peranan penting dari seluruh elemen yang ada. Dan apa yang dilakukan oleh BNN saat ini perlu di apresiasi.
"Kita minta razia seperti ini rutin dilakukan, semua pihak harus turut serta membantu, memberantas narkoba. Pemberantasan narkoba jangan hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi ada aksi di lapangan," pintanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sabtu (01/04/17) tengah malam, sedikitnya 50 orang yang terdiri dari 21 pria dan 29 wanita terjaring lantaran terdeteksi positif mengkonsumsi narkoba berdasarkan tes urine di lokasi masing-masing. Dua tim BNN yang dibantu Polda Riau dan TNI disebar ke sekitar 10 titik lokasi hiburan malam yang diduga marak peredaran narkoba.
Malam tadi, dua tim disebar menyisir beberapa lokasi antara lain Karaoke Grand Central, Grand Dragon Pub & KTv, Star City, CE7 KTv, Permata KTv, SP Club, Idol KTv, Sago KTv Hotel Furaya, RP International Pool & KTv dan Terminal 8 Pool & KTv.
Petugas BNN juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa bong sabu yang diduga dibuang begitu mendengar BNN menggelar razia. Dari sejumlah titik, petugas banyak disibukkan saat menyasar SP Club.
Selain ditemukannya alat hisap narkoba jenis sabu, petugas juga memergoki siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Mahasiswi. Tak hanya itu, bahkan saat di Karaoke Hotel Grand Central yang terletak di basement, petugas BNN memergoki pria yang dikenal sebagai mantan Bupati Pelalawan bernama lengkap Tengku Azmun Jaafar sedang asik karaoke di ruangannya. [bam/red]

