Besuk Tahanan di Lapas Rohul, IRT Asal Rambah Ketahuan Bawa Sabu-sabu

Besuk Tahanan di Lapas Rohul, IRT Asal Rambah Ketahuan Bawa Sabu-sabu

IRT di Rohul ini kini berurusan dengan polisi karena ketahuan memasukkan narkoba ke lapas

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Seorang wanita pengunjung lapas kelas II B Pasir Pangaraian, Kaupaten Rokan Hulu (Rohul)  diamankan petugas lapas karena ketahuan membawa narkoba jenis sabu, pertengahan pekan ini. Barang haram sebanyak empat paket tersebut dimasukkan di dalam pasta gigi.
Ibu rumah tangga (IRT) asal Rambah Samo ini pun langsung diserahkan oleh Kepala Lapas Misbahudin ke Satnarkoba Polres Rohul untuk diproses.
"Karena terbukti membawa paket sabu, pengunjung ini kita amankan dan langsung kita  serahkan ke Satnarkoba Polres Rohul," terang Misbahudin.
Selanjuntya, penjagaan di LP semakin diperketat untuk memanimalisir peredaran narkoba di dalam lapas. Bahkan seluruh barang bawaan pengunjung juga diperiksa. Mulai dari nasi bungkus, deterjen, rexsona dan termasuk odol gigi dan barang bawaan lainnya.
"Untuk  pengunjung juga diperiksa, jika pengunjung  laki-laki diperiksa petugas laki-laki dan jika pengunjung perempuan diperiksa oleh perempuan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki," jelas Misbah.
Sabu yang dibawa pengunjung ini sebanyak empat paket yang dimasukkan dalam odol gigi yang sudah terbungkus rapi. Tapi petugas curiga dan odol tersebut langsung dibuka dengan cara dipotong.
"Ketika dipotong oleh petugas ternyata isinya adalah sabu-sabu," ucap Misbah.
Berdasarkan pengakuan Darmina, paket tersebut sengaja dijemput di tempat pengiriman yang ada di Pasar Senen, atas perintah mantan suaminya.
Setelah paket tersebut diambil, langsung diantar ke lapas sesuai perintah mantan suaminya, Fitra alias Pice. Pice ini pun kini berstatus tahanan karena penyalah gunaan narkoba yang diamankan petugas Sat reskrim narkoba polres Rohul.
Darmina sudah tiga kali mengantar paket tersebut ke lapas. Karena percaya, paket kiriman tersebut tidak membukanya karena tidak curiga bahwa ada paket sabu
"Saya hanya ingin membantu karena keluarganya baik kepada saya. Meski kami tidak lagi pasangan suami istri, namun biaya anak saya tetap dibantu orang tuanya. Makanya saya turuti permintaannya, jika saya tahu bahwa ada Sabu tak mungkin saya antar, sama saja saya masuk ke mulut harimau," akunya.
[cp]