Penderita ISPA Meningkat
Kerap Dilanda Asap, Pro Jokowi Riau Setuju Pesawat Tanpa Awak Drone Dibeli

Ketua DPD Relawan ProJo Provinsi Riau, Sony Silaban (Berdiri) Pada Suatu Acara | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Maraknya kabut asap yang disebabkan oleh adanya titik panas (hot spot, red) yang diduga akibat kebakaran hutan ditanggapi serius oleh Organisasi Relawan Pro Jokowi (ProJo) di Riau.
Dalam waktu dekat, aspirasi itu akan disampaikan langsung ke Jokowi. Solusi pembelian Pesawat Tanpa Awak, Drone itu, diminta supaya dipercepat realisasinya.
"Kita sepakat untuk mengusulkan ke pada penasehat kita yakni Bapak Joko Widodo untuk segera merealisasikan," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan ProJo Provinsi Riau, Sony Silaban kepada Beritariau.com, Kamis (18/9/14).
Menurutnya, solusi dari Jokowi itu benar-benar kontekstual. Agar para pelaku dapat terpantau dengan cepat dan tepat. Karena, selama ini warga seakan dikelabui oleh pembakar lahan yang sering mengendap-endap.
"Kita sudah capek dengan asap ini. Indeks Standar Pencemaran Udara fluktuasinya cukup tinggi dan sering. Akibatnya, penderita ISPA makin banyak," kata Sony.
Agenda mengamankan langit Indonesia dengan mengadakan tiga pesawat Drone yang digagas Jokowi ketika kampanyenya saat Pemilihan Presiden lalu disambut pro dan kontra.
Sebagian menilai kebijakan ini bakal efektif, dan sebagian lagi mengatakan bahwa pembelian tersebut tergolong menghambur-hamburkan uang. Diprediksi, duit Rp1,5 Trilyun bakal terkucur.
"Nyawa manusia apa bisa dihargai dengan uang? Illegal Fishing, Illegal Logging, Illegal Mining, Perbatasan dan Karhutla. Selain menyelamatkan nyawa manusia, juga menyelamatkan negara beserta asetnya," jawab Sony.
Kata Sony, sebagai salah satu keinginan masyarakat Riau, pihaknya berencana mengusung hal itu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Relawan ProJo pada November mendatang.
Seperti diketahui, tiga pesawat itu, menurut Jokowi, akan ditempatkan di tiga wilayah sesuai dengan zona waktu, yakni timur, tengah, dan barat, masing-masing satu skuadron.
Gagasan ini juga didukung oleh pendiri Densus Anti Teror di Indonesia, Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Ia mengatakan, keinginan Jokowi itu tak mustahil. "Apalagi kita memiliki PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan PT Pindad," kata Big Boss Toba Lestari Coorporation itu. [red]
Dalam waktu dekat, aspirasi itu akan disampaikan langsung ke Jokowi. Solusi pembelian Pesawat Tanpa Awak, Drone itu, diminta supaya dipercepat realisasinya.
"Kita sepakat untuk mengusulkan ke pada penasehat kita yakni Bapak Joko Widodo untuk segera merealisasikan," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan ProJo Provinsi Riau, Sony Silaban kepada Beritariau.com, Kamis (18/9/14).
Menurutnya, solusi dari Jokowi itu benar-benar kontekstual. Agar para pelaku dapat terpantau dengan cepat dan tepat. Karena, selama ini warga seakan dikelabui oleh pembakar lahan yang sering mengendap-endap.
"Kita sudah capek dengan asap ini. Indeks Standar Pencemaran Udara fluktuasinya cukup tinggi dan sering. Akibatnya, penderita ISPA makin banyak," kata Sony.
Agenda mengamankan langit Indonesia dengan mengadakan tiga pesawat Drone yang digagas Jokowi ketika kampanyenya saat Pemilihan Presiden lalu disambut pro dan kontra.
Sebagian menilai kebijakan ini bakal efektif, dan sebagian lagi mengatakan bahwa pembelian tersebut tergolong menghambur-hamburkan uang. Diprediksi, duit Rp1,5 Trilyun bakal terkucur.
"Nyawa manusia apa bisa dihargai dengan uang? Illegal Fishing, Illegal Logging, Illegal Mining, Perbatasan dan Karhutla. Selain menyelamatkan nyawa manusia, juga menyelamatkan negara beserta asetnya," jawab Sony.
Kata Sony, sebagai salah satu keinginan masyarakat Riau, pihaknya berencana mengusung hal itu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Relawan ProJo pada November mendatang.
Seperti diketahui, tiga pesawat itu, menurut Jokowi, akan ditempatkan di tiga wilayah sesuai dengan zona waktu, yakni timur, tengah, dan barat, masing-masing satu skuadron.
Gagasan ini juga didukung oleh pendiri Densus Anti Teror di Indonesia, Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. Ia mengatakan, keinginan Jokowi itu tak mustahil. "Apalagi kita memiliki PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dan PT Pindad," kata Big Boss Toba Lestari Coorporation itu. [red]

