Memori Kamera Dirusak
Oknum TNI aniaya Jurnalis, IJTI desak Panglima benahi perilaku anggota

DIRAWAT - Kontributor Net.TV Sony Misdananto dirawat secara Medis Pasca Dianiaya Oknum TNI | Istimewa
Beritariau.com, Jakarta - Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini, seorang jurnalis televisi kontributor NET.TV bernama Sony Misdananto, babak belur dihajar oknum TNI Batalyon Infantri (Yonif) 501 Raider di Madiun saat meliput di kawasan Ponorogo Madiun Provinsi Jawa Timur (Jatim), Minggu (02/10/1/) siang.
Atas peristiwa ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tapal Kuda mengecam keras tindakan oknum TNI yang semena-mena terhadap insan pers.
"IJTI mendesak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo segera turun tangan untuk membenahi perilaku anggotanya yang semena-mena," tegas Ketua IJTI Tapal Kuda, Saiful Kusmandani, dalam rilisnya Minggu sore.
IJTI juga mendesak Denpom TNI untuk menindak para pelaku yang telah menghajar Sony sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, IJTI juga mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM RI agar mengusut tuntas setiap tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis.
Untuk diketahui, dalam kronologis kejadian yang disiarkan IJTI melalui rilisnya diceritakan, saat itu, Sony bergegas ke Madiun usai meliput berita Alfamart yang roboh pada Minggu sekitar pukul 12.30 wib.
Ia bermaksud meliput acara konvoi Pencak Silat Setia Hati PSTH Teratai yang merupakan tradisi Nyekar Suro Madiun.
Tiba dilokasi konvoi, terjadi insiden. Peserta konvoi menabrak pengendara jalan di dekat lampu merah. Melihat itu, Sony pun langsung mengeluarkan kamera dan langsung meliput.
Mendadak, dari arah belakang Sony oknum anggota TNI Kostrad para Raider datang dan melakukan tindak kekerasan terhadap rombongan SH Teratai. Kamera Sony tetap menyala dan menyorot kejadian tersebut.
Tak disangka lagi, dari arah belakang, Sony dipegang oleh oknum TNI yang menanyakan identitas dirinya. Sony pun segera memberitahukan bahwa dirinya merupakan Jurnalis dari net.tv. Bukannya dilepas, Sony malah diamankan di pos jaga markas TNI.
Di pos jaga itulah, kamera Sony diminta. Kemudian, kartu memorinya dilepas dan dirusak. Tak hanya itu, Sony bahkan dipukuli oleh oknum TNI tersebut. Akibatnya, Sony menderita luka lebam di pelipis mata sebelah kiri dan mengalami shock.
Saat ini, Sony sedang menjalani pemeriksaan oleh anggota DENPOM TNI AD Madiun.
Terpisah, Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad Letkol Agus Bakti mengaku bahwa kejadian tersebut murni kesalahpahaman. Saat konvoi SH Teratai yang menabrak seorang perempuan pengendara jalan itu, cerita Agus, terjadi perlawanan ketika personil TNI melakukan pengamanan.
"Terjadi keributan dan situasi memanas. Rekan kontributor net.tv ini dikira sebagai salah satu anggota SH Teratai. Kalau anggota PAM tau bahwa Sony adalah wartawan, tak mungkin terjadi kesalahpahaman ini," pungkas Agus. [red]

