Banyak kejanggalan soal tes kesehatan, SUA: 5 Pasbalon Wako dan Wawako Pekanbaru harus dites ulang

Puluhan Simpatisan RAJA BISA (Relawan Sejati Bibra-Said) Menggelar Unjuk Rasa Di Kantor KPU Kota Pekanbaru, Minggu, (2/10/16) | Beritariau.com
Beritariau.com, Pekanbaru - Tak terima Bakal Calon Wakil Wali Kota Pekanbaru, H Said Usman Abdullah (SUA) digagalkan dalam tes jasmani dan rohani oleh KPU Kota Pekanbaru, Minggu, (2/10/16).
Puluhan simpatisan yang menamai dirinya, Relawan Sejati Bibra-Said (Raja Bisa) menggelar aksi damai di kantor KPU Kota Pekanbaru, Jalan Arifin Achmad. Kedatangan puluhan simpatisan Raja Bisa ini, langsung disambut oleh Komisioner KPU Kota Pekanbaru.
Dalam aksinya, Koordinator Raja BISA, Doni Herman menyebutkan, kedatangan puluhan simpatisan ke kantor KPU Pekanbaru, dikarenakan adanya pernyataan KPU Pekanbaru di media massa soal hasil kesehatan yang menggagalkan SUA serta melakukan perombakan untuk Pasbalon Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah (Ide-Bisa).
"Ini yang kami pertanyakan ke KPU. Kami ingin langsung dari pernyataan KPU, apa sebenarnya yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan terhadap SUA. Karena selama Pilkada digelar di Indonesia, khususnya di Riau, belum pernah calon gugur. Sekarang kok seperti ini ada. Apa benar ada pesanan," kata Doni dalam aksinya di Kantor KPU Pekanbaru.
Dia juga meminta, agar KPU independen dalam menilai kesehatan Pasbalon khususnya Said Usman Abdullah. KPU katanya, tidak boleh menjustifikasi bakal calon apalagi menggugurkannya, sebab, yang mengetahui hasil yang sebenarnya adalah tim medis.
"Jangan sampai ada pesanan dari pihak lain. Kalau SUA nanti digugurkan, maka simpatisan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Dan kami meminta dan mewanti-wanti KPU, agar independensi sebagai penyelenggara harus dijaga," pintanya.
Menanggapi hal itu, Ketua KPU Pekanbaru Amiruddin Sijaya menyebutkan, bahwa pihaknya selama ini tidak pernah mengatakan bahwa bakal calon SUA divonis narkoba. Rekam medis yang diterimanya dari RSUD Arifin Achmad, hanya menyebutkan SUA hanya Disabilitas.
" nanti tim medis RSUD Arifin Achmad akan mengumumkan. Butuh pemeriksaan lanjutan. Kami tegaskan di sini, Pak Said tidak terlibat narkoba. Hanya tidak memenuhi persyaratan medis saja (disabilitas). Meski begitu, ke depannya, kami minta kerja kami tetap diawasi," ungkapnya.
Terpisah, bakal calon Wakil Walikota Said Usman Abdullah, meminta jika memang ada digelar tes kesehatan, maka semua pasangan juga harus dites ulang. Namun tes kesehatannya digelar secara terbuka, dan disaksikan oleh pihak terkait.
Bahkan jika perlu, libatkan tim media, LSM dan saksi dari masing-masing calon dan dokter yang independen. Sehingga harapan independen yang digaung-gaungkan selama ini, terealisasi. Kondisi saat ini, bisa dikatakan tidak independen. Karena hasil tes tersebut hanya diketahui oleh dokter.
"Bisa saja hasil tes tersebut ditukar. Siapa yang tahu, kan hanya dokter dan KPU. Ini permainan lama. Kalau memang berani, saya tantang untuk menggelar tes kesehatan terbuka dan disaksikan banyak pihak," tegasnya. [bam]

