Pakai Jaket Motif Loreng Kelabuhi Warga
Berkedok Buruh Kasar, Pengedar Narkoba di Dumai Diciduk

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Kedok Abus (52), warga Jalan Nelayan Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai, akhirnya terbongkar. Pura-pura ngaku buruh kasar, ternyata Abus sehari-hari menjual barang haram narkoba jenis Sabu dan Pil Ekstasi kepada warga Dumai.
Abus diciduk Polsek Dumai Timur diduga sebagai seorang pengedar narkotika. Kedoknya ketahuan karena ada orang yang melaporkannya ke polisi.
"Awalnya, kepolisian mendapat informasi bahwa Abus diduga seorang pengedar narkotika. Setelah diselidiki, ternyata betul, anggota akhirnya meringkus Abus di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (16/9/14).
Saat ditangkap, dari tangannya didapati 4 paket sabu dengan ukuran, paket besar, sedang dan kecil serta 4 butir pil ekstasi yang siap untuk dijual. 1 unit handphone sebagai alat komunikasi dengan pembeli serta 1 jaket bermotif loreng untuk mengelabuhi warga.
"Dari barang bukti ini, pelaku kemudian diamankan ke Polsek Dumai Timur untuk dilakukan proses penyelidikan, guna mencari jaringan narkoba lainnya," pungkas Guntur. [Pan]
Abus diciduk Polsek Dumai Timur diduga sebagai seorang pengedar narkotika. Kedoknya ketahuan karena ada orang yang melaporkannya ke polisi.
"Awalnya, kepolisian mendapat informasi bahwa Abus diduga seorang pengedar narkotika. Setelah diselidiki, ternyata betul, anggota akhirnya meringkus Abus di Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (16/9/14).
Saat ditangkap, dari tangannya didapati 4 paket sabu dengan ukuran, paket besar, sedang dan kecil serta 4 butir pil ekstasi yang siap untuk dijual. 1 unit handphone sebagai alat komunikasi dengan pembeli serta 1 jaket bermotif loreng untuk mengelabuhi warga.
"Dari barang bukti ini, pelaku kemudian diamankan ke Polsek Dumai Timur untuk dilakukan proses penyelidikan, guna mencari jaringan narkoba lainnya," pungkas Guntur. [Pan]

