Kejahatan Rebut Motor Korban Kian Marak

Awas "Gendam"! Usai Salaman, Warga Gobah Pekanbaru Berikan Motornya pada OTK

Awas "Gendam"! Usai Salaman, Warga Gobah Pekanbaru Berikan Motornya pada OTK

Ilustrasi Gendam | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kejahatan dengan target mengambil sepeda motor milik korban kembali terjadi di Pekanbaru. Satu unit sepeda motor merek Yamaha Vixion dengan nomor polisi BM 4897 GQ, berhasil direbut pelaku, Minggu (14/9/14) sekitar jam 10 malam.

Namun, kali ini, kejahatan yang dilakukan tanpa kekerasan, melainkan modus "Gendam" yang acap kali disebut "Hypnotis".

EA (26), warga
daerah Gobah Jalan Abdul Muis Kelurahan Cinta Raja Kecamatan Sail, mengaku kejadian itu terjadi sangat cepat dan diluar kesadarannya.

"Badan saya masih capek. Ga tau kenapa saya sampai bisa nyerahkan motor itu pada mereka," kata EA kepada Beritariau.com, Minggu (14/9/14) malam.

Diceritakannya,
sekitar jam 10 malam, saat menuju pulang melewati Jalan Sudirman dari arah MTQ menuju ke simpang Jalan Tuanku Tambusai, dia berhenti ditepi jalan tepatnya sebelum simpang Jalan Kassa (sebelum Gedung Taman Budaya, red).

"Saya menepi karena mau ngecek sesuatu di Handphone," kata EA.

Setelah selesai, sebelum menarik gas motor, tiba-tiba dua pria dengan sebuah sepeda motor menghampirinya. Mereka menanyakan petunjuk jalan menuju Jalan Tanjung Rhu.

"Setelah saya kasi tau, mereka ucapkan terima kasih dan menyalam saya. Setelah itu saya ga ingat lagi seterusnya. Saya sadarnya, waktu saya jalan kaki di depan awal bros," ujarnya.

Anehnya, EA mengaku tak tahu kenapa dirinya mau menyerahkan motor itu kepada pria yang tak dikenal. "Entahlah, badan jadi lemas. Besok rencana mau lapor ke Polres," katanya.

Gendam - Hipnotis

Kejahatan dengan modus seperti ini bukan kali ini saja terjadi. Namun, warga kerap menduga bahwa modus tersebut adalah Hipnotis. Menurut salah satu Hypnotherapy, antara Gendam dan Hipnotis sulit dibedakan.

Gendam diyakini sebagai ilmu ghaib yang dapat mengkontrol jiwa seseorang sehingga menuruti kehendaknya.

"Sedangkan Hipnotis, bisa mengkontrol orang namun dengan seizin pikiran orang yang jadi objek. Itu ada metode belajarnya," kata M Fahli Zatra Hadi, Hypnotherapy yang mengajar di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kepada Beritariau.com beberapa waktu lalu.

Dalam terminologi ilmu gendam di dalam cerita pewayangan yang ada dalam kisah Dewi Kunthi, disebutkan bahwa Dewi Kunthi diberi ajian gendam oleh gurunya. Jika manteranya dirapal, siapapun yang dikehendaki bahkan dewa sekali pun dapat dipanggil ke hadapan si pemilik gendam dan menuruti kehendaknya.

Dengan berbekal ajian ini, Dewi Kunthi akhirnya dapat memanggil dewa-dewa yang memberikan dia  putera yang diberi nama Pandawa Lima.

Tetapi ilmu gendam bukan hanya ada dalam cerita pewayangan saja. Ilmu ini ada dan bisa dipelajari. Pada dasarnya, ilmu gendam adalah ilmu olah kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain.

Sedangkan Hypnotis mengandalkan kekuatan konsentrasi dan kerjasama dari orang yang akan di hypnotis. Sementara gendam mendayagunakan kekuatan batin spiritual seseorang melalui mantera yang sebenarnya hanya untuk memperkuat niat yang dimilikinya.

Kekuatan sebenarnya ada pada olah kebatinan disertai keyakinan yang kuat maka tercipta energi dahsyat yang bisa memanipulasi kehendak orang yang jadi sasaran gendam.

Dalam kasus kejahatan, gendam digunakan untuk memanipulasi kehendak korban sehingga ia tidak melawan dan menuruti kemauan penggendam dalam waktu seketika.

Ada pemaksaan kehendak. Beda dengan hypnotis yang didahului dengan komunikasi dua arah dan nutuh proses yang tak seketika.

Untuk menguasai ilmu gendam dibutuhkan laku atau persyaratan yang harus dilalui, yakni melalui tahapan puasa, melakukan napak tilas disebuah petilasan untuk mendapatkan energy kekuatan dan akhirnya mendapatkan rapalan dari orang yang mengajarkan ilmu gendam itu.

Ilmu gendam memang biasa digunakan untuk kejahatan karena menggunakan kekuatan khodam, namun gendam sebenarnya bisa juga untuk hal positif.

Misalnya, pada pengobatan alternatif, gendam bisa digunakan pada situasi dimana pasien mustahil diobati dalam keadaan sadar. Contoh, pasien depresi berat yang mengamuk. Usai di gendam, syaraf kesadarannya jadi lemah pasien mulai bisa diterapi.

"Anda jangan salah tulis. Kejahatan merebut motor atau menipu orang dikeramaian biasanya itu gendam. Bukan hypnotis," kata Fahli. [red]