Bayar Parkir 5000 Hingga 10000
Masih Misteri, Panorama "Kawah Biru" Jadi Objek Wisata "Dadakan" Warga #Pekanbaru
Kawah Biru Jadi Tempat Hunting Foto | Istimewa | pic akun @sasmitaxxx | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Fenomena alam yang akrab disebut "kawah biru" atau "danau biru" di Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, kini dijadikan wisata "dadakan" oleh warga sekitar bahkan warga Pekanbaru.

"Kawah Biru" Jadi Objek Wisata "Dadakan" | Istimewa | pic akun @dhii_mayesxx | Beritariau.com 2014
Kehebohan kawasan itu, awalnya terkuak dari mulut ke mulut. Mengetahui ada panorama alam baru, warga yang telah ke lokasi, ramai menaikkan foto hasil kunjungan di media sosial.

"Kawah Biru" Jadi Tempat Hunting Foto | Istimewa | pic akun @sasmitaxxx | Beritariau.com 2014
Pengamatan sementara, kawasan itu terlihat berupa gundukan tanah berpasir putih yang digenangi air. Meski belum diketahui apakah air hujan atau dari mata air, namun, hasilnya airnya terlihat berwarna biru.
"Saya pun belum lihat. Baru dapat kabar minggu lalu dari staf saya. Kabarnya, itu (kawah, red) terbentuk dari hasil galian proyek tanah timbun," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Tanah Merah, Aspan kepada Beritariau.com, Sabtu (13/9/14).
Mencapai lokasi kawah yang terletak di tanah kosong milik salah seorang warga itu, dapat ditempuh dari Jalan Parit Indah ke arah Hotel Labersa. Setelah tiba di simpang jalan dekat komplek perumahan Citra Lestari, turun ke bawah.
Dari situ (perumahan, red) ikuti jalan yang belum aspal sampai tiba di lokasi.
"Kalo gak salah ada tulisan terpampang "Tanah Ini Milik PLN". Dari jalur Pandau juga bisa bang," kata Dona warga Pekanbaru. Dari Pandau, lokasinya tepat di belakang perumahan Peputra Jaya.
Panorama alam yang jarang dijumpai oleh masyarakat ini, semakin hari semakin ramai pengunjung. Informasi yang dirangkum, karena ramai, warga sekitar menjadikannya mencari keuntungan dengan menjaga parkir.

Kendaraan Pengunjung Lalu Lalang Setiap Hari | Istimewa | Beritariau.com 2014
"Motor kita kutip Rp5000 dan mobil Rp10000. Biaya masuk ga ada kita kutip. Hanya jasa pengamanan kendaraan saja bang," ungkap U (22), salah satu penjaga kendaraan yang parkir di dekat lokasi.
Meski belum ada keterangan resmi hasil penelitian terkait asal usul kawah itu, namun, kabar lain menyatakan bahwa "kawah" itu mengandung zat beracun.
"Indikasinya, terlihat tidak ada tumbuhan yang tumbuh di sekitar "kawah". Tapi, banyak warga tak menyadari bahaya ini," kata Icha, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Riau.
Terkait hal tersebut, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kampar mengaku tak tahu adanya fenomena "kawah biru" itu. "Saya belum tau. Baru ini lah saya dengar," kata Kepala BLH Kabupaten Kampar, Istarius, saat dihubungi Beritariau.com. Ia mengaku, sedang berada di Jakarta. [red]
"Kawah Biru" Jadi Objek Wisata "Dadakan" | Istimewa | pic akun @dhii_mayesxx | Beritariau.com 2014
Kehebohan kawasan itu, awalnya terkuak dari mulut ke mulut. Mengetahui ada panorama alam baru, warga yang telah ke lokasi, ramai menaikkan foto hasil kunjungan di media sosial.
"Kawah Biru" Jadi Tempat Hunting Foto | Istimewa | pic akun @sasmitaxxx | Beritariau.com 2014
Pengamatan sementara, kawasan itu terlihat berupa gundukan tanah berpasir putih yang digenangi air. Meski belum diketahui apakah air hujan atau dari mata air, namun, hasilnya airnya terlihat berwarna biru.
"Saya pun belum lihat. Baru dapat kabar minggu lalu dari staf saya. Kabarnya, itu (kawah, red) terbentuk dari hasil galian proyek tanah timbun," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Tanah Merah, Aspan kepada Beritariau.com, Sabtu (13/9/14).
Mencapai lokasi kawah yang terletak di tanah kosong milik salah seorang warga itu, dapat ditempuh dari Jalan Parit Indah ke arah Hotel Labersa. Setelah tiba di simpang jalan dekat komplek perumahan Citra Lestari, turun ke bawah.
Dari situ (perumahan, red) ikuti jalan yang belum aspal sampai tiba di lokasi.
"Kalo gak salah ada tulisan terpampang "Tanah Ini Milik PLN". Dari jalur Pandau juga bisa bang," kata Dona warga Pekanbaru. Dari Pandau, lokasinya tepat di belakang perumahan Peputra Jaya.
Panorama alam yang jarang dijumpai oleh masyarakat ini, semakin hari semakin ramai pengunjung. Informasi yang dirangkum, karena ramai, warga sekitar menjadikannya mencari keuntungan dengan menjaga parkir.
Kendaraan Pengunjung Lalu Lalang Setiap Hari | Istimewa | Beritariau.com 2014
"Motor kita kutip Rp5000 dan mobil Rp10000. Biaya masuk ga ada kita kutip. Hanya jasa pengamanan kendaraan saja bang," ungkap U (22), salah satu penjaga kendaraan yang parkir di dekat lokasi.
Meski belum ada keterangan resmi hasil penelitian terkait asal usul kawah itu, namun, kabar lain menyatakan bahwa "kawah" itu mengandung zat beracun.
"Indikasinya, terlihat tidak ada tumbuhan yang tumbuh di sekitar "kawah". Tapi, banyak warga tak menyadari bahaya ini," kata Icha, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Riau.
Terkait hal tersebut, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kampar mengaku tak tahu adanya fenomena "kawah biru" itu. "Saya belum tau. Baru ini lah saya dengar," kata Kepala BLH Kabupaten Kampar, Istarius, saat dihubungi Beritariau.com. Ia mengaku, sedang berada di Jakarta. [red]

