Bupati dan Wabup Kampar Dukung IKKD, Pengukuhan Pengurus Digelar 22 November di Dumai

Beritraiau.com, BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan dukungan terhadap keberadaan Ikatan Keluarga Kampar Dumai (IKKD) sebagai wadah pemersatu masyarakat Kampar di perantauan.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Wakil Bupati Dr. Misharti saat menerima silaturahmi jajaran pengurus IKKD yang dipimpin Indra Gunawan di Rumah Dinas Bupati Kampar, Senin (2/11/2026).
Pertemuan tersebut sekaligus membahas rencana pelantikan dan pengukuhan pengurus IKKD yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Gedung Dumai Islamic Center, Kota Dumai.
Dalam silaturahmi itu turut hadir Penasehat IKKD H. Ibrahim Lisut, Ketua I IKKD Drs. H. Syawir Kasim, M.Si., serta H. Pendamping Amrizal Ibrahim, SST.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyambut baik rencana pengukuhan kepengurusan tersebut. Ia mengapresiasi masyarakat Kampar di Kota Dumai yang terus menjaga persatuan, kekompakan, dan nilai-nilai kekeluargaan melalui organisasi IKKD.
Menurutnya, organisasi masyarakat di perantauan memiliki peran strategis dalam menjaga tali silaturahmi, melestarikan adat dan budaya, sekaligus memperkenalkan identitas Kabupaten Kampar di daerah lain.
Ia berharap pengurus IKKD yang nantinya dikukuhkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta menjadi wadah yang merangkul seluruh masyarakat Kampar di Kota Dumai.
"Keberadaan organisasi seperti IKKD sangat penting untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat ikatan kekeluargaan masyarakat Kampar di perantauan," demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan IKKD. Ia berharap organisasi tersebut semakin solid dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, serta kemasyarakatan.
Melalui silaturahmi ini, Pemkab Kampar berharap komunikasi dan hubungan dengan masyarakat Kampar di Kota Dumai semakin kuat.
Pengukuhan pengurus IKKD pada 22 November mendatang diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat solidaritas, serta menjaga identitas dan budaya Kampar di tanah perantauan. (*)

