Tugu Tanjak Tok Beruas Dibangun di UNRI, Pemprov Riau Dorong Pelestarian Budaya Melayu

Beritariau.com, PEKANBARU – Upaya menjaga identitas budaya Melayu di Provinsi Riau diwujudkan melalui pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas di lingkungan Universitas Riau (UNRI). Pemerintah Provinsi Riau mendukung pembangunan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya daerah kepada generasi muda.
Dukungan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan tugu oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, di Bundaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNRI, Selasa (13/10/2026).
Pembangunan tugu ini diharapkan tidak sekadar menjadi elemen penataan lingkungan kampus, tetapi juga simbol identitas Melayu yang mengingatkan sivitas akademika akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan modernisasi.
Zulkifli Syukur mengatakan, pelestarian budaya Melayu perlu dilakukan melalui langkah konkret agar warisan daerah tetap dikenal dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui berbagai bentuk nyata yang dapat dilihat dan dipelajari oleh masyarakat. Pembangunan simbol budaya di kawasan kampus menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan Melayu kepada generasi muda,” tuturnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan budaya daerah. Selain menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, kampus juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan pemahaman tentang identitas serta nilai-nilai budaya lokal.
Karena itu, keberadaan Tugu Tanjak Tok Beruas di lingkungan UNRI diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih mengenal dan menghargai warisan budaya Melayu.
Zulkifli menegaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam merawat identitas lokal. Kerja sama itu diharapkan berlanjut melalui berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menyambut pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas sebagai upaya menghadirkan identitas budaya daerah di lingkungan akademik.
Menurutnya, kampus tidak hanya bertanggung jawab dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara keilmuan, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan karakter dan penghargaan terhadap kebudayaan.
“Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter mahasiswa. Karena itu, pembangunan elemen budaya di kawasan universitas dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada sivitas akademika,” ujarnya.
Sri Indarti berharap pembangunan tugu tersebut dapat terlaksana dengan baik melalui dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting agar upaya pelestarian budaya Melayu tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut melalui kegiatan edukasi dan pengenalan tradisi daerah.
Melalui pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas, UNRI diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai ruang pendidikan yang mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan dengan pelestarian identitas budaya lokal.
Keberadaan tugu tersebut sekaligus diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kemajuan pendidikan dan teknologi dapat berjalan beriringan dengan upaya merawat warisan budaya Melayu sebagai bagian dari jati diri masyarakat Riau. (*)

