Perkuat Kolaborasi Internasional, Dua Guru Besar Jerman Berbagi Ilmu di UIR

Perkuat Kolaborasi Internasional, Dua Guru Besar Jerman Berbagi Ilmu di UIR

Beritariau.com, PEKANBARU – Universitas Islam Riau (UIR) kembali memperkuat kolaborasi akademik internasional dengan menghadirkan dua guru besar asal Jerman dalam program Visiting Professor. Selama tiga hari, 7–9 Oktober 2026, keduanya memberikan materi perkuliahan lintas disiplin ilmu, mulai dari kecerdasan buatan (AI), hukum digital, perlindungan data, hingga hak cipta.

Dua akademisi yang hadir yakni Prof. Stefan Koos dari Universität der Bundeswehr München dan Prof. Michael Bohne dari Fachhochschule Dortmund. Kunjungan ini merupakan agenda tahunan sekaligus implementasi kerja sama UIR dengan pemerintah Jerman melalui program Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD).

Program tersebut menjangkau sejumlah unit akademik di lingkungan UIR, meliputi Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Fakultas Hukum, serta Program Pascasarjana.

Kepala Badan Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) UIR, Dini Tiara Sasmi, S.IP., M.Si., M.A., mengatakan kehadiran kedua guru besar tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan melalui pembelajaran yang mengangkat isu-isu global dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Menurutnya, materi yang disampaikan dirancang sesuai dengan bidang kajian masing-masing fakultas sehingga mahasiswa dapat memahami perkembangan persoalan internasional dari perspektif akademik dan praktik hukum.

“Di FIKOM Prof. Stefan Koos memaparkan tentang AI and Communication, pada Fakultas Teknik Prof. Michael Bohne membahas Intellectual Property and Data Law, di FISIPOL Prof. Stefan Koos membahas Copyright Law and Personality Rights dan Cross Border Digital Law Enforcement,” ungkap Dini.

Sementara itu, di Fakultas Hukum, Prof. Michael Bohne menyampaikan materi mengenai Data Protection in the European Practice serta Polygamy and Talaq in German Courts. Adapun pada Program Pascasarjana, kedua guru besar membahas isu Digital Globalization and Law.

Ragam materi tersebut mempertemukan berbagai disiplin ilmu dengan tantangan yang berkembang di era digital. Pembahasan kecerdasan buatan dan komunikasi, misalnya, membuka ruang diskusi mengenai perubahan pola komunikasi, sedangkan kajian hukum digital dan perlindungan data memberikan perspektif tentang regulasi di tengah perkembangan teknologi lintas negara.

Kehadiran akademisi internasional juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perspektif pendidikan tinggi di Jerman sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan keilmuan di tingkat global.

Kerja Sama Akademik Berlangsung Sejak 2022

Program Visiting Professor ini bukan kali pertama dilaksanakan. Sejak 2022, Universität der Bundeswehr München dan Fachhochschule Dortmund secara konsisten mengirimkan guru besar untuk menjalankan kegiatan akademik di UIR.

Keberlanjutan program tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi serta membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik.

UIR berharap kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring profesional dan memperkuat kualitas pendidikan melalui interaksi langsung dengan akademisi dari luar negeri.

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan global, terutama dalam bidang komunikasi, teknologi, dan hukum yang terus berkembang seiring percepatan transformasi digital. (*)